Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi Covid-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11). | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
06 Jan 2021, 03:05 WIB

Presiden Siap Divaksin

Jokowi disebut akan disuntikkan vaksin buatan Sinovac.

 

JAKARTA – Pihak Istana Kepresidenan mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo dijadwalkan menjalani vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1) pekan depan. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyampaikan, tata cara pelaksanaan vaksinasi Covid-19 perdana di Tanah Air ini masih akan dibahas akhir pekan ini.

"Iya (divaksin Rabu 13 Januari) dan tata cara prosesnya akan dibahas pada Jumat ini," kata Heru saat dikonfirmasi, Selasa (5/1). Istana Kepresidenan, ujar Heru, masih membahas mengenai siapa saja pihak yang akan divaksin berbarengan dengan Presiden Jokowi.

Menurutnya, sebagai bentuk simbolis vaksinasi perdana, pihak yang akan disuntik vaksin bersama Presiden bisa pejabat negara seperti menteri, tokoh publik, ataupun perwakilan masyarakat.

Terkait

Prosesi vaksinasi Covid-19 perdana pekan depan pun rencananya akan disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial Sekretariat Presiden atau media televisi. "Biar masyarakat bisa lihat langsung memberikan semangat bisa dilanjutkan ke daerah daerah juga. Ikut. Minimal provinsi kota-kota besar juga ikut melanjutkan," kata Heru.

Sebagai informasi, vaksin yang akan disuntikkan kepada Presiden Jokowi pada vaksinasi Covid-19 perdana nanti adalah produk Coronavac buatan Sinovac dari Cina. Vaksin ini telah menjalani uji klinis tahap ketiga oleh PT Bio Farma dan Universitas Padjadjaran selama berbulan-bulan.

Uji klinis tersebut dilakukan kepada relawan dengan rentang usia 18-59 tahun. Artinya, Jokowi yang baru memasuki usia 60 tahun pada Juni nanti masuk batas atas pihak yang dibolehkan menerima vaksin sesuai sampel uji klinis tersebut.

Kabar mengenai vaksinasi perdana ini mulanya disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. "Penyuntikan perdana tanggal 13 (Januari), hari Rabu depan, itu nanti di tingkat pusat oleh Bapak Presiden langsung yang pertama, beberapa menteri lain, pejabat tingkat pusat yang pimpinan Kementerian/Lembaga, usia di bawah 60 tahun," tutur Tito.

Tito meminta kepala daerah turut serta memastikan dan hadir langsung dalam proses penyuntikan vaksin serta proaktif mempersiapkan dan menyosialisasikan program vaksinasi. Penyuntikan perdana di tingkat daerah dijadwalkan berlangsung pada 14 dan 15 Januari.

Sejauh ini pemerintah menargetkan program vaksinasi Covid-19 akan selesai dalam waktu 15 bulan. Namun, Presiden Joko Widodo meminta sasaran waktu itu dipercepat. “Di negara kita insya Allah kemarin saya mendapat informasi hitung-hitungan Pak Menteri (Kesehatan Budi Gunadi Sadikin) 15 bulan. Tapi masih saya tawar kurang dari setahun harus selesai,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/1).

Ia menyampaikan, pemerintah telah mendistribusikan sekitar 700 ribu vaksin Sinovac ke berbagai daerah dalam tahap pertama pengiriman. Saat ini, Indonesia telah menerima tiga juta dosis vaksin Sinovac yang disimpan dalam fasilitas khusus milik PT Bio Farma.

“Insya Allah minggu depan juga akan datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku bulk yang nanti akan diproduksi oleh Bio Farma, sehingga juga langsung nanti jadi kirim ke daerah lagi untuk vaksinasi,” kata dia. Pemerintah memprioritaskan vaksinasi Covid-19 dilakukan terhadap tenaga kesehatan.

Meskipun vaksinasi akan segera dilaksanakan, Presiden meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. “Saya minta untuk tetap kita waspada, tidak lengah. Disiplin terhadap protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, tidak ke tempat kerumunan, jaga jarak, karena kuncinya ada di situ sampai nanti vaksinasi ini selesai,” jelasnya.

Juru bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, mengatakan Wapres KH Ma'ruf Amin tidak memungkinkan untuk divaksin di tahap pertama vaksinasi Covid-19. Masduki menuturkan, ini karena usia Wapres Ma'ruf di atas 60 tahun tidak masuk kelompok umur sesuai kriteria vaksin Sinovac.  

Namun demikian, Masduki tidak menutup kemungkinan Wapres Ma'ruf akan mendapat vaksin pada vaksinasi berikutnya. Hal ini tentu menyesuaikan jenis vaksin yang sesuai kriteria. "Mungkin nanti di tahap berikutnya kalau ada vaksin yang sesuai dengan kriteria kondisi pak Wapres," ujar Masduki.

 
Mungkin nanti di tahap berikutnya kalau ada vaksin yang sesuai dengan kriteria kondisi pak Wapres.
 
 

Pada Selasa (5/1), ratusan ribu dosis vaksin kembali tiba di berbagai daerah. Di Yogyakarta vaksin buatan Sinovac dikirim dari Bio Farma Bandung tiba di gudang tempat penyimpanan di Gudang Farmasi Dinkes DIY pada pukul 06.10 WIB.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto menerangkan, pengawalan dilaksanakan dari Jakarta oleh Korlantas Mabes Polri dan Brimob. DIY pada tahap pertama mendapat sekitar 26.800 dosis yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

Satu truk kontainer yang mengangkut vaksin Sinovac juga tiba di Kota Padang, Selasa (5/1). Vaksin itu datang dikawal personel dari Mako Brimob Polri. Kabid Sumber daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Barat Lila Yanwar mengatakan vaksin yang datang untuk Sumbar sebanyak 36.920 dosis yang dimuat dalam 19 koli.

Sebelumnya, vaksin Covid-19 sudah tiba di 14 provinsi pada Senin (4/1). Pada Selasa (5/1) giliran 18 provinsi menerima kiriman vaksin Covid-19 tersebut. Sementara Jawa Barat dan Sulawesi Barat dijadwalkan menerima kiriman vaksin pada Rabu (6/1).

Vaksinasi Daerah Dipantau

Selain kesiapan melaksanakan vaksinasi Covid-19, sejumlah lembaga di daerah juga berancang-ancang melakukan langkah pengawalan terhadap vaksinasi. Keamanan vaksinasi tersebut dinilai harus terus dipantau demi kesehatan masyarakat.

Di Sumatra Barat, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Firdaus Umar mengatakan, pihaknya siap mengawal pelaksanaan vaksinasi di Sumbar. "Kami siap mengawal vaksin ini untuk menjaga keamanan dan mutunya," kata Firdaus di Padang.

BBPOM Padang turut mengawal vaksinasi ini sejak vaksin Sinovac yang dikirim oleh PT Bio Farma tiba di Padang. Sebelum vaksin ini disebar ke kabupaten atau kota yang ada di Sumbar, BBPOM akan melakukan pemeriksaan sampel secara acak. 

Tujuannya untuk memastikan, vaksin yang akan didistribusikan dalam keadaan baik. Firdaus menyebut untuk menjaga keamanan dan mutu, vaksin harus disimpan di dalam tempat dengan suhu 2-8 derajat Celsius. “Kita sampling secara acak kepada pendistribusian yang berisiko," ucap Firdaus.

Satu truk kontainer yang mengangkut vaksin Sinovac untuk Sumatra Barat tiba di Kota Padang Selasa pagi. Vaksin yang dikirim Bio Farma itu datang dengan dikawal oleh mobil polisi dari Mako Brimob Polri. Vaksin untuk Sumbar sebanyak 36.920 dosis yang dimuat dalam 19 koli.

Meski begitu, pelaksanaan kegiatan vaksin masih harus menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Karena sampai saat ini, Kementerian Kesehatan, menurut dia, masih harus menunggu perizinan seperti dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Data Dinas Kesehatan Sumbar menyebutkan, tenaga kesehatan dan relawan yang terdaftar sebanyak 40 ribu orang. Namun, yang akan termasuk penerima vaksin sekitar 18 ribu orang. Hal ini karena masing-masing penerima harus mendapat dua dosis vaksin, melalui penyuntikan dalam jangka waktu tertentu.

Sementara di Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo membentuk tim Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) sebagai antisipasi gejala ikutan setelah vaksinasi Covid-19. DKK Solo bakal melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama mulai 14 Januari 2021.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih menjelaskan, teknis setelah disuntik vaksin, yakni penerima harus beristirahat selama 30 menit. Hal itu untuk mengantisipasi seandainya terjadi gejala ikutan. "Tapi kami tidak berharap adanya gejala ikutan, makanya salah satu langkah kami adalah membentuk tim KIPI di tingkat kota," kata Siti kepada wartawan, Selasa (5/1).

 
Salah satu langkah kami adalah membentuk tim KIPI di tingkat kota.
 
 

Siti menerangkan, gejala ikutan tersebut bisa berupa gatal, mual, bisul, pingsan, alergi, dan sebagainya. Dengan adanya tim KIPI, seandainya terpaksa ada kejadian tersebut bisa segera ditangani.

DKK akan membuat daftar penanggung jawab dan konsultan di setiap faskes saat pelaksanaan vaksinasi. Penyimpanan vaksin juga sudah dipersiapkan. DKK saat ini telah memiliki instalasi farmasi yang ada di Kecamatan Laweyan untuk menyimpan vaksin tersebut.

Saat ini, menurut kepala DKK, persiapan vaksinasi sudah dalam progres semua. Mulai dari pendataan, penyiapan fasilitas kesehatan (faskes), pelatihan vaksinator dan sosialisasi lintas sektoral. Kemudian, DKK mengadakan pengecekan kesiapan puskesmas pada Selasa (5/1).  

DKK juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi terkait rumah sakit, yang diusulkan sebagai faskes pelaksana imunisasi Covid-19. Siti menyebut, berdasarkan data Sistem Informasi SDM Kesehatan DKK, di Kota Solo ada 12.239 nakes. Namun, para nakes masih perlu melalui tahap penyaringan.

photo
Vaksin dan Nakes di Episentrum - (Republika)

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pihaknya sudah melatih 301 vaksinator. Jumlah itu masih jauh dari kebutuhan vaksinator DIY yang mencapai setidaknya 1.313 orang.

Sebanyak 301 vaksinator tersebut dilatih sejak 30 November hingga 3 Desember 2020 lalu. Ratusan vaksinator ini terdiri atas 50 vaksinator di Kabupaten Kulon Progo, 60 vaksinator di Kabupaten Bantul, 64 vaksinator di Kabupaten Gunungkidul, 58 vaksinator di Kabupaten Sleman, 46 vaksinator di Kota Yogyakarta, dan 23 vaksinator lainnya merupakan tenaga pelaksana di Dinas Kesehatan DIY.

Untuk mencukupi kebutuhan vaksinator di DIY, Sultan menyebut, pihaknya akan terus melakukan pelatihan kepada tenaga kesehatan untuk menjadi vaksinator. Target 1.313 vaksinator ini nantinya merupakan tenaga kesehatan, yang berasal dari 121 puskesmas dan 63 rumah sakit di semua kabupaten/kota di DIY. 

Vaksinasi di Yogyakarta dijadwalkan, mulai 14 Januari nanti. Pada Selasa (5/1) kemarin, sebanyak 25.340 dosis vaksin tiba di DIY.


×