Wisatawan berjalan melewati sampah kiriman yang memenuhi pesisir Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (31/12/). | ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
02 Jan 2021, 02:00 WIB

Sampah Berserakan di Pantai Kuta

Jumlah sampah DKI pada malam tahun baru menurun drastis.

DENPASAR -- Bertepatan libur menyongsong tahun baru 2021, kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, dipenuhi sampah baik organik maupun non-organik. Sampah-sampah berserakan itu merupakan bagian dari siklus tahunan sejak akhir November 2020, biasanya berlangsung sampai dengan pertengahan Januari.

“Sampah-sampah berserakan di Pantai Kuta sepanjang sekitar 4,6 kilometer ini kiriman melalui perairan laut," kata Lurah Kuta Ketut Suana, Kamis (31/12).

Ia mengatakan, sampah-sampah berserakan tersebut merupakan kiriman gelombang laut yang sudah memenuhi area pinggir pantai sejak Rabu (30/12). Sampah tersebut akan mulai dibersihkan pada Jumat (1/1).

Menurut dia, situasi lingkungan seperti ini membuat pengunjung Pantai Kuta merasa risih dan terganggu. Pihaknya berencana membersihkan kawasan Pantai Kuta mulai Jumat, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung.

Terkait

photo
Wisatawan berjalan melewati sampah kiriman yang memenuhi pesisir Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (31/12). Jelang pergantian tahun baru, obyek wisata Pantai Kuta tampak sepi menyusul adanya aturan larangan pesta perayaan pergantian tahun baru dan pemberlakuan jam malam untuk pengendalian aktivitas masyarakat yang dibatasi hingga pukul 23.00 WIT. - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Jika dibandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya, sampah kiriman 2020 ini justru jauh lebih sedikit. Pada akhir November 2019, volume sampah sudah menunjukkan peningkatan hingga akhirnya membeludak.

Desa Adat Kuta sudah menyiapkan tempat sampah khusus untuk menampung sampah dari Pantai Kuta. Selain itu, Pantai Kuta juga membatasi kegiatan berkerumun dan kegiatan-kegiatan yang dapat mengundang keramaian.

"Paling tidak, jangan sampai berkerumun. Perlu dilaksanakan penertiban (jika ditemukan pelanggaran), sudah berkoordinasi juga dengan bendesa (perangkat) adat, babinsa, bhabinkamtibmas untuk mengantisipasi jam malam ini, dari Pantai Jerman sampai perbatasan Kuta dan Legian," kata dia.

Prajurit TNI Angkatan Laut juga ikut dikerahkan untuk membantu pembersihan kawasan Pantai Kuta, Jumat (1/1). "Kegiatan bersih-bersih ini harus dimulai dari kita semua," kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara di Pantai Kuta, Jumat.

photo
Kondisi pesisir Pantai Kuta yang dipenuhi sampah kiriman di Badung, Bali, Kamis (31/12). - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Ia mendorong warga dan wisatawan untuk ikut menjaga kebersihan kawasan pantai dan menaruh sampah di tempat yang tersedia saat berekreasi di pantai. Selain merusak keindahan, keberadaan sampah bisa mengganggu ekosistem pantai. Kalau sampah-sampah dari pinggir pantai sampai masuk ke area dekat dermaga, Ketut Budiantara mengatakan, lalu lintas kapal juga bisa terganggu.

Sementara itu, petugas Balawista Pantai Kuta Wayan Suadi mengatakan, keberadaan sampah-sampah kayu di kawasan pantai bisa membahayakan wisatawan. "Membahayakan untuk orang yang berenang karena banyak sampah kayu-kayu, untuk bermain selancar. Enggak senang juga melihat pantai kotor seperti saat ini," kata Wayan Suadi.

Menurun

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melarang perayaan malam tahun baru 2021. Dengan tidak berkumpulnya warga di jalanan Ibu Kota seperti malam pergantian tahun 2020, jumlah sampah pun menurun drastis.

photo
Pemulung memilah barang di samping rel, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta, Jumat (1/1). - (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin, mengatakan, petugas kebersihan mengumpulkan 3,2 ton sampah di sejumlah titik yang biasanya menjadi tempat warga berkumpul pada malam pergantian tahun baru dari Kamis (31/12) malam hingga Jumat (1/1) dini hari.

"Jumlah ini turun drastis dari tonase tahun lalu yang mencapai 125 ton,” kata Syaripudin, Jumat.

Menurut dia, penurunan jumlah sampah ini memang karena tidak ada perayaan malam pergantian tahun baru di Ibu Kota. "Ketegasan Pemprov DKI dan kedisiplinan warga Jakarta dalam mencegah penyebaran Covid-19, dalam mencegah kerumunan, berimbas juga ke jumlah sampah," kata dia.

Sumber : Antara


×