Petugas PPSU Kelurahan Palmerah menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 22 Jakarta, Palmerah, Jakarta, Jumat (4/12). Penyemprotan tersebut dilakukan akibat sebanyak 21 guru dan 9 staf Tata Usaha (TU) di MAN 22 Jakarta terkonf | Republika/Thoudy Badai
05 Dec 2020, 03:00 WIB

Perjalanan Wisata MAN 22 Ditelusuri

Hingga kini, total 43 orang dari 47 guru dan karyawan telah diperiksa dari penelusuran kontak.

JAKARTA -- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 22 Jakarta Barat menjadi klaster Covid-19 baru di DKI Jakarta karena puluhan gurunya terkonfirmasi positif Covid-19. Kegiatan yang berlangsung pada 20-25 November 2020 ini diikuti 47 peserta menggunakan satu unit bus berkapasitas 60 orang dan satu unit mobil kecil.

Sejumlah destinasi yang dikunjungi rombongan tersebut, di antaranya Malioboro, Puncak Becici, dan Air Terjun Sri Getuk. Mereka juga sempat mampir ke salah satu rumah makan di Semarang, Jawa Tengah.

Setelah perjalanan pulang, salah satu guru peserta acara tur tersebut merasa tidak enak badan seusai perjalanan itu. Selanjutnya, tes usap massal terhadap para guru dilakukan terpisah di lokasi terdekat guru dan karyawan yang terlibat.

Hasilnya, empat guru lain yang melakukan tes usap pada 28 November lalu dinyatakan positif Covid-19. Kemudian, pada 30 November, 10 guru dinyatakan positif. Pada Kamis (3/12), 16 guru terkonfirmasi positif Covid-19, setelah tes usap pada 30 November 2020.

Terkait

photo
Petugas PPSU Kelurahan Palmerah menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 22 Jakarta, Palmerah, Jakarta, Jumat (4/12).  - (Republika/Thoudy Badai)

Hingga kini, total 43 orang dari 47 guru dan karyawan telah diperiksa dari penelusuran kontak. Hasil sementara penelusuran, 33 orang positif Covid-19 dan tujuh orang dinyatakan negatif.

Kecamatan Palmerah sebagai lokasi madrasah tersebut, kini tengah menunggu hasil pemeriksaan kesehatan tiga orang sisanya. “Kami telah memerintahkan petugas kelurahan dan kecamatan melaksanakan sosialisasi, meminta warga meningkatkan protokol kesehatan dan, penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah,” kata Camat Palmerah, Firman Ibrahim, Kamis (3/12).

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil DKI Jakarta Nur Pawaiddudin saat dikonfirmasi, mengaku baru mengetahui adanya acara perjalanan ke Yogyakarta tersebut. Rupaya, acara pelepasan kepala sekolah lama di MAN 22 Jakarta Barat sama sekali tidak mengajukan izin.

"Jangankan izin, secara formal ataupun nonformal mereka tidak melakukan izin ke kita atau pemberitahuan minimal itu enggak ada sama sekali," ujar Nur.

Bahkan, yang membuat Nur lebih terkejut, para guru dan karyawan tersebut rupanya tidak mengecek kesehatannya, baik dengan tes cepat atau tes usap sebelum berangkat maupun sesudah dari luar kota. Pihaknya juga akan memberikan teguran sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut. Salah satunya yakni inisiator kegiatan tersebut.

photo
Petugas PPSU Kelurahan Palmerah menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 22 Jakarta, Palmerah, Jakarta, Jumat (4/12). Penyemprotan tersebut dilakukan akibat sebanyak 21 guru dan 9 staf Tata Usaha (TU) di MAN 22 Jakarta terkonfirmasi positif Covid-19 usai melakukan perjalanan ke Yogyakarta - (Republika/Thoudy Badai)

Munculnya klaster baru di MAN 22 Jakarta setelah bepergian ke Yogyakarta membuat Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) waspada. Sekretaris Daerah Pemprov DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya akan menelusuri jejak rombongan guru dan karyawan tersebut dari salah satu nomor induk kependudukan (NIK) yang didaftarkan di tempat wisata.

Penelusuran tersebut menggunakan Jogja Pass, sehingga jejak perjalanan rombongan guru MAN 22 Jakarta selama mengunjungi Yogyakarta bisa diketahui. Hingga nantinya, Pemerintah DIY dapat menghubungi para pengunjung lain yang sebelumnya datang di tempat yang sama pada waktu yang bersamaan dengan rombongan dari MAN 22 Jakarta.

"Kami beritahukan kepada pengunjung lain supaya mereka melakukan tes atau mengecek dirinya sendiri karena kemungkinan dia di tempat yang sama di waktu yang sama bersamaan dengan orang yang positif," kata dia.

Kendati memiliki riwayat perjalanan dari Yogyakarta, menurut Aji, hal itu belum bisa menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa paparan Covid-19 terhadap rombongan itu berasal dari Yogyakarta.

Aji menduga rombongan tersebut sebelumnya telah membawa penyakit dari Jakarta, kemudian baru terasa setelah merasa capek dalam perjalanan pulang. Munculnya klaster MAN 22 Jakarta itu, juga menjadi salah satu dasar pertimbangan Pemprov DIY untuk memutuskan apakah akan menggelar pendidikan tatap muka atau tidak.

Sumber : Antara


×