Hikmah Republika Hari ini | Republika
01 Dec 2020, 03:30 WIB

Keagungan Ibadah

Segala makhluk yang ada di alam semesta ini hakikatnya beribadah kepada-Nya.

OLEH MUHAMMAD DAVI ARHAM

Ibadah merupakan aktivitas yang mulia di sisi Allah. Tidak hanya manusia dan jin, segala makhluk yang ada di alam semesta ini hakikatnya beribadah kepada-Nya. Namun, masing-masing memiliki cara tersendiri dan hanya Allah yang mengetahuinya.

Kebenaran ini dijelaskan dalam Alquran. Allah Ta’ala berfirman, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang ada di langit dan bumi, serta burung-burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) ibadah dan tasbihnya. Dan Allah mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS an-Nur: 41).

Ayat ini seolah menegaskan kepada kita bahwa semua ciptaan Allah berpasrah diri kepada-Nya. Mereka mengakui, Allah adalah satu-satunya Dzat yang menguasai seluruh jagat semesta serta yang mengatur segalanya.

Terkait

Secara khusus, manusia dan jin telah diciptakan oleh Allah untuk beribadah. Allah Ta’ala berfirman, “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS adz-Dzariyat: 56). Mengetahui perintah ini, sudah sepantasnya bagi kita untuk melaksanakan ibadah sebagai wujud ketaatan kita kepada Allah SWT.

Esensi dari ibadah sebenarnya tidak sekadar menggugurkan kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Lebih dari itu, ibadah memiliki makna luas yang tujuannya adalah demi kebaikan seorang hamba. Dengan beribadah, seseorang hakikatnya sedang mendekatkan diri kepada Allah. Bila kita dekat dengan Tuhan, insya Allah Ia akan meridhai setiap langkah kita.

Selain itu, ibadah juga menjadi sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. Rasulullah SAW yang telah dijamin surga oleh Allah pun rela melakukan ibadah shalat malam, hingga kaki beliau menjadi bengkak. Ini semata-mata karena beliau ingin menjadi hamba yang bersyukur. Lalu, bagaimana dengan kita yang sering kali berbuat kesalahan dan dosa?

Hal yang perlu diingat pula bahwa seorang hamba tatkala ia beribadah, sejatinya ia telah mengingat Allah dalam dirinya. Berzikir atau mengingat Allah aktivitas utama yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW serta orang-orang saleh terdahulu. Mereka meyakini, dengan mengingat Allah, Allah pun akan ingat kepada mereka. 

Allah Ta’ala telah berfirman, “Maka ingatlah Aku, niscaya aku akan mengingat kalian, serta bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian ingkar kepada-Ku.” (QS al-Baqarah: 152).

Dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Ibunda Aisyah menerangkan bahwa Rasulullah SAW merupakan pribadi yang senantiasa berzikir pada setiap keadaan. Sebuah ‘prestasi’ yang layak untuk diikuti oleh kita sebagai umatnya. Perlunya kita membangun kesadaran bahwa sebagai hamba yang lemah, kita pasti membutuhkan pertolongan Allah. Tak diragukan lagi, beribadah kepada-Nya merupakan cara terbaik dalam meraih pertolongan tersebut. 

Beragam jenis ibadah yang telah diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW mempunyai keutamaan dan keagungannya sendiri. Baik itu yang bersifat wajib ataupun sunah. Kita diharapkan mampu mengikuti jejak beliau dalam beribadah agar kita memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.


×