Hikmah Republika Hari ini | Republika

Hikmah

Mengeksiskan Spirit Ta’awun

Ketika sprit ta’awun eksis, maka beragam kemaslahatan akan mudah diwujudkan.

Oleh AHMAD RIFAI

 

OLEH AHMAD RIFAI

Tolong menolong adalah kebutuhan setiap insan. Pasalnya, tidak ada manusia yang memiliki kenikmatan yang sempurna. Pada sisi tertentu, ia memiliki kelebihan, tapi disi sisi lain ia tetap butuh bantuan sesamanya.

Ibnu Khaldun berkata, “Telah diketahui dan menetap dalam logika bahwa seorang tidak bisa berdiri sendiri dalam memenuhi hajat dan kebutuhannya.” (Muqoddimah Ibnu Khaldun: 1/360).

Dalam sejarah, Allah memperlihatkan manusia-manusia hebat. Tapi, kehebatannya itu tidak berarti ia mampu melakukan segalanya. Manusia sekelas Dzulqarnain, seorang raja yang kekuasaannya membentang antara Barat dan Timur tetap butuh bantuan rakyatnya.

Alquran pernah menceritakan, “Dzulkarnain berkata: Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (QS al-Kahfi: 95). Nabi Musa dengan segala kelebihan yang dimilikinya butuh bantuan Harun Alaihissalam dalam berdakwah.

Karenanya, ta’awun atau tolong menolong adalah kebutuhan bersama. Pada saat kita menolong saudara kita, hakikatnya kita juga menolong diri kita sendiri. Sebab, kemaslahatan dari perbuatan itu juga kembali pada dari kita. Rasulullah bersabda yang artinya, “Dan Allah menolong hamba-Nya Ketika hamba tersebut menolong saudaranya.” (Riwayat Muslim).

Dalam Islam, tolong menolong adalah syariah yang sangat fundamental. Allah memerintahkannya dengan lafaz yang menghimpun seluruh bentuk tolong menolong dalam kebaikan. Allah berfirman yang artinya, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (al-bir) kebajikan dan takwa….” (QS al-Maidah: 2).

Lafadz al-bir adalah lafaz yang sangat lengkap dalam menjelaskan makna kebaikan. Syekh Ass’adi berkata, ”Al-bir adalah lafaz yang menghimpun segala sesuatu yang diridhai Allah baik perbuatan atau ucapan yang tampak dan tidak tampak, baik berkaitan dengan Allah atau berkaitan dengan hak sesama.” (Tafsir Assa’di, 2/238).

Ketika sprit ta’awun dapat eksis dalam suatu masyarakat maka beragam kemaslahatan akan mudah diwujudkan. Dengan ta’awun, kesusahan dapat teratasi. Permasalahn sepelik apa pun akan menemukan jalan keluarnya. Singkatnya, ta’awun dalam makna yang luas adalah solusi dari beragam permasalahan.

Sebaliknya, mengabaikan prinsip ta’awun menyebabkan seorang berada dalam intaian beragam keburukan. Cukuplah sebagai keburukan karena Allah berlepas diri darinya. Rasululullah bersabda yang artinya, “Tidaklah penghuni suatu wilayah memasuki sore hari dan di tengah mereka ada orang kelaparan, kecuali Allah berlepas diri dari mereka.” (Riwayat Ahmad).

Jika yang kelaparan itu adalah tetangga kita maka ancamnnya juga sangat mengerikan. Nabi bersabda yang artinya, “Tidaklah sempurna keimanan seorang yang tertidur dalam keadaan kenyang sedangkan tetanggnya kelaparan dan ia mengetahuinya.” (Riwayat Thabrani dan dihasankan oleh Al-Albani). Semoga, semangat ta’awun senantiasa eksis pada diri kita.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat