Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjabat tangan usai memberikan keterangan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (7/10/2022). | Republika/Prayogi

Nasional

‘Cawapres untuk Anies Sebaiknya Lewat Konvensi’

Anies sigap membaca situasi di internal ketiga partai dengan menggelar makan siang.

JAKARTA -- Konvensi terbatas untuk memilih bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan dianggap menjadi solusi untuk meredakan ketegangan antara Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS. Dengan konvensi terbatas, nama-nama yang dijagokan sebagai bakal cawapres oleh Nasdem, Demokrat, dan PKS harus melalui uji kandidat. 

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menjelaskan, uji kandidat mengukur seluruh aspek di luar elektabilitas, misalnya kapasitas figur dalam memimpin, kedekatan personal dengan Anies, akseptabilitas politik di internal elite kaolisi, serta kemampuan logistik. Mekanisme konvensi terbatas juga dapat memilih cawapres lewat instrumen kuantitatif. 

“Yakni, survei, yang dilakukan oleh beberapa lembaga kredibel yang ditunjuk resmi," kata Agung kepada wartawan, Ahad (20/11).

Agus juga menyarankan ketiga partai untuk menertibkan komunikasi politik di publik dengan menunjuk seorang koordinator atau juru bicara (jubir) untuk meminimalisasi suara sumbang yang berpotensi melemahkan. Agus menambahkan, ketiga partai perlu membuat program apa yang akan dibawa ke masyarakat. 

Ia juga memuji Anies yang sigap membaca situasi di internal ketiga partai ini dengan menggelar makan siang bersama pada Jumat (18/11) lalu. “Pertemuan dengan tim kecil kemarin, tindakan pertolongan pertama,” kata dia.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ada hambatan sehingga ketiga partai urung mendeklarasikan kerja sama politik yang direncanakan bernama Koalisi Perubahan itu. Padahal, ia mengatakan, koalisi antara partainya, Nasdem, dan PKS memiliki peluang yang besar untuk sukses pada kontestasi nasional mendatang. 

“Politik itu banyak sekali dinamika dan hantaman, ada yang tidak menginginkan itu terjadi," kata dia dalam pidatonya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (19/11).

Dalam politik, ia mengatakan, dinamika dan kemungkinan apapun masih dapat terjadi. Apalagi, pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) baru dibuka pada Oktober 2023.

AHY menambahkan, terbangunnya sebuah koalisi jangan hanya menjadi gimmick politik. "Kalau hanya sekedar bersatu-bersatu, cuma sekedar gimmick politik, saya khawatir koalisinya akan mudah rapuh. Buat apa kalau hanya sekedar mendeklarasikan, tetapi pecah di tengah jalan," ujar AHY.

Karena itu, ia meminta seluruh kader partainya untuk terus berikhtiar. "Sama siapa? Lapan? Saya juga bertanya hal yang sama, tenang-tenang itu bercanda tadi. Tolong bapak-ibu sisipkan dalam doa, sisipkan dalam ikhtiar kita, mudah-mudahan terbangun benar sebuah koalisi, sebuah poros perubahan," ujar AHY.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Anies Rasyid Baswedan (aniesbaswedan)

Jika AHY menghadiri pelantikan 27 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat se-Jawa Barat, Anies melakukan kunjungan ke Pesantren Mathlaul Khaer di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. 

Kedatangannya untuk meminta dukungan masyarakat di Tasikmalaya untuk maju pada Pemilu 2024. "Saya mohon doa agar bisa amanah dan didekatkan dengan sifat baik. Insyaallah kami bisa sama-sama menjadikan Indonesia lebih baik," kata dia, Sabtu.

Menurut Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa, partainya sengaja mempertemukan Anies dengan para pimpinan ponpes. "Pesantren ini banyak sekali peran dan kontribusinya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya. 

Menelusuri Arti Tanda Sujud

Jadi, tidak perlu berupaya menghitamkan dahi dengan berbagai cara.

SELENGKAPNYA

Awal Mula Imperium Mughal

Kerajaan Islam di India ini berkembang pesat dalam era pemerintahan Sultan Akbar.

SELENGKAPNYA

Kesultanan Mughal, Dari Akbar ke Shah Jahan

Kesultanan Mughal mencapai masa stabil dan kejayaan meski diwarnai konflik politik.

SELENGKAPNYA