Penyerang sayap Arema FC Dedik Setiawan melakukan crossing saat melawan Barito Putera pada pertandingan penyisihan grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/3) malam. Pada pertandingan ini Barito Putera berhasil mengalahka | Wihdan Hidayat / Republika

Olahraga

17 Jan 2022, 09:18 WIB

Upaya Arema Pertahankan Singgasana 

Arema terakhir kali tumbang pada Oktober 2021 lalu di tangan Persija Jakarta.

GIANYAR -- Arema FC sedang berusaha mempertahankan singgasana puncak klasemen BRI Liga 1 musim 2021/2022. Pada pekan ke-20, Arema akan ditantang PSIS Semarang di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (17/1) pukul 20.45 WIB.

Saat ini, pasukan Singo Edan masih memimpin klasemen sementara dengan 40 poin. Posisi Arema sama sekali bukan berada di titik yang aman mengingat Bhayangkara FC juga mengantongi poin yang sama dan berada di peringkat kedua.

Selain itu, Arema juga dibayangi oleh rival lama, Persebaya Surabaya, yang sudah menyimpan 39 poin. Jika Arema kalah sekali saja, bukan tak mungkin Bajul Ijo akan menyikut Singo Edan dari posisi puncak.

Pelatih Arema Eduardo Almeida sadar betul timnya harus bekerja keras menjaga puncak klasemen karena musim kompetisi baru bergulir separuh jalan. Dengan selisih poin yang amat tipis, kemungkinan Arema tergelincir pun tidak bisa dikatakan kecil.

"Kami akan berusaha bekerja secara kolektif untuk berusaha mendapat tiga poin. Setiap pemain harus memiliki motivasi untuk menang," kata Eduardo dalam konferensi pers sebelum laga, Ahad (16/1).

Sejauh ini, wakil Kota Malang itu masih menjadi salah satu tim terkuat di Liga 1 dengan catatan 12 laga tak terkalahkan. Arema terakhir kali tumbang pada Oktober 2021 lalu di tangan Persija Jakarta. Namun, dengan statistik yang mentereng, Eduardo tidak ingin anak buahnya lengah menghadapi PSIS yang kerap menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar musim ini.

Hal senada disampaikan oleh pemain Arema, Diego Michels. Ia mengatakan, dirinya tidak ingin banyak berteori sebelum benar-benar berhadapan dengan lawan di lapangan hijau. "Kami hanya berusaha menang, tidak banyak berkata-kata sebelum benar-benar berusaha untuk menang," ujarnya.

Setelah jeda waktu tiga hari antarlaga, Diego mengaku tidak khawatir dengan kondisi fisiknya dan rekan-rekan. Sebab, dengan sistem bubble, mobilitas setiap tim cenderung lebih terjaga karena bertanding di satu wilayah yang berdekatan. "Kami sebagai pemain profesional tentu hanya perlu berusaha. Saya siap dipasang di posisi apa pun oleh pelatih," ucapnya.

Di satu sisi, rencana merebut tiga poin bukan hanya milik Arema. Pelatih PSIS Semarang Dragan Dukanovic menyatakan, timnya sudah siap menghadapi dominasi Arema. Ia sesumbar bakal mengakhiri rekor tak terkalahkan calon lawan yang sudah bertahan selama tiga bulan. "Besok Arema akan kalah dan rekor mereka akan berakhir," kata Dragan.

Untuk mewujudkan rencananya, pelatih yang baru menangani Laskar Mahesa Jenar sejak Desember 2021 itu sudah menyiapkan strategi rahasia yang disusun selama latihan. "Tentu misi kami adalah menang. Kami sudah menyiapkan tim secara taktik dengan menonton dua video laga terakhir Arema," ungkap dia.

Saat ini, PSIS masih berusaha merangkak dari peringkat keenam klasemen sementara dengan 30 poin. Skuad Mahesa Jenar memiliki perolehan angka yang sama dengan Borneo FC yang berada di urutan ketujuh.

Optimisme juga hadir dari salah satu pemain PSIS, Pratama Arhan. Pemain muda terbaik Piala AFF 2020 itu menegaskan, ia siap melaksanakan tugas dari pelatih untuk mengakhiri rekor tak terkalahkan lawan.

Arhan tidak mengaku kesulitan beradaptasi meski baru kembali dari skuad timnas Indonesia di Piala AFF. Sebab, dirinya sudah berkomunikasi secara rutin dengan staf pelatih.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Arema FC (@aremafcofficial)


×