Konsultasi Telehealth | Pexels/Edward Jenner

Inovasi

Telehealth tak Hanya Ketika Sakit

Banyak bentuk pemanfaatan teknologi yang dapat membantu kita meningkatkan kualitas kesehatan.

Di Indonesia, tiap satu dokter bertanggung jawab untuk melayani 2.500 orang. Jumlah ini terbilang kurang ideal, terlebih dengan situasi pandemi yang telah hampir dua tahun bergulir.

Situasi ini memerlukan terobosan agar masyarakat bisa menikmati akses layanan kesehatan dengan optimal. Persoalan ini pun dijawab oleh penyedia layanan kesehatan digital global, Milvik.

Presiden Direktur PT Milvik Indonesia, Wisnu Dharmawan mengatakan, kini masyarakat Indonesia bisa menikmati layanan //telemedicine// yang komprehensif lewat layanan Milkvik Dokter. "Milvik Dokter  memberikan pelayanan kesehatan digital dengan satu harga untuk seluruh keluarga," kata Wisnu dalam virtual launching yang digelar pekan lalu.

Layanan  ini, ia melanjutkan, meliputi telekonsultasi 24 jam setiap hari untuk dokter umum dan spesialis tanpa batasan frekuensi maupun durasi. Kemudian, ada pula penyediaan dan pengiriman obat serta pemeriksaan laboratorium gratis untuk keluarga maupun panggilan telepon dari dokter setelah konsultasi.

Dengan berbagai layanan yang diberikan, Milvik Dokter bermaksud memberikan solusi terhadap masalah kesehatan konsumen yang biasanya hanya berkonsultasi dengan dokter saat sedang sakit. Lewat layanan ini, Wisnu mengungkapkan, para pelanggan dan keluarganya dapat  berbicara dengan dokter tanpa batasan frekuensi dan durasi dengan biaya tetap setiap bulannya.

photo
Penggunaan teknologi untuk konsultasi kesehatan (ilustrasi) - (Pexels/Tima Miroshnichenko)

Dengan begitu, pelanggan juga dapat dengan mudah mendapatkan saran dokter untuk meningkatkan kondisi kesehatannya. Termasuk juga, mengurangi kemungkinan jatuh sakit.

Kemudian ketika pelanggan sakit dan membutuhkan obat, Milvik Dokter akan menyediakan dan mengirimkan obat resep kepada pelanggan. Agar bisa hadir sesuai kebutuhan, konsumen pun bisa memilih sejumlah paket layanan.

Mulai dari, paket family, plus, premium dan premium combo. Beragam paket itu bisa dinikmati lewat biaya bulanan per keluarga sebesar Rp 35 ribu hingga Rp 155 ribu.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir mengatakan, sejak pandemi Covid-19, hampir seluruh layanan rumah sakit terbatas dan beralih menjadi telekonsultasi. Tentunya hal ini perlu disikapi dengan positif, karena teknologi  memungkinkan pasien melakukan konsultasi jarak jauh dengan dokter secara daring. "Kami berharap kedepannya, semakin  banyak akses kesehatan yang lengkap dan mudah dijangkau oleh keluarga Indonesia dimanapun mereka berada,” kata Abdul.

Ia pun menekankan, layanan telemedicine bisa berperan dalam mengatasi kelangkaan layanan medis. Termasuk juga, menghadirkan layanan medis yang cepat, mudah, efektif serta efisien.

Apalagi, Milvik Dokter hadir dengan layanan komprehensif dan terjangkau. Karena, konsultasi bisa dilakukan lewat pesan instan atau pun panggilan telepon bebas pulsa.

Selain itu, agar bisa memberikan layanan yang representatif, ada pula kerja sama dengan agregator farmasi dan laboratorium. Sehingga seluruh konsumen bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. 

 

 

 

Sejak pandemi Covid-19, hampir seluruh layanan rumah sakit terbatas dan beralih menjadi telekonsultasi.

ABDUL KADIR, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.
 

 

Berikan Ruang Curhat

photo
Kesehatan Mental kini perlu semakin menjad perhatian. - (Pexels/Liza Summer)

Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di seluruh dunia berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan manusia sehari-hari, terutama pada kesehatan mental. Penelitian dari American Journal of Psychiatry mengungkapkan, menjaga hubungan sosial dan interaksi sosial secara teratur, termasuk mengunjungi teman dan anggota keluarga, dapat memiliki efek perlindungan dalam mengurangi risiko depresi.

Hal ini juga dapat berdampak positif pada suasana hati. Pekan lalu, Line Indonesia membuka kanal Line Official Account “Mimin Line” yang menjadi pintu bagi penggunanya untuk memiliki teman berbagi cerita. Sehingga kebutuhan pengguna untuk berinteraksi dapat tetap terjaga.

Mimin Line tidak menggunakan fungsi layanan chatbot, melainkan menggunakan operator manusia sehingga memiliki pendekatan yang humanis. Pengguna akan mendapatkan jawaban-jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang mereka ajukan dalam bentuk yang menghibur.

Fanny Verona selaku Country Manager, Line Indonesia menjelaskan, Line Indonesia menyoroti kebutuhan pengguna, terutama Gen Z, untuk tetap bersosialisasi dan berbagi cerita di masa pandemi. Baik dengan keluarga, teman, atau rekan mereka yang selama ini seringkali kerap tidak terpenuhi.

“Oleh karena itu, Line Indonesia menyediakan platform Line Official Account dengan Mimin, yang dapat menjadi teman curahan hati pengguna, " ujarnya.

Menurutnya, mimin di Line akan menampung berbagai pertanyaan yang beragam dari pengguna. Mulai dari, curahan hati tentang sekolah atau kuliah, pekerjaan, hingga hal-hal yang lebih personal, seperti hubungan dengan keluarga atau pacar.

Di samping itu, Fanny menekankan, Mimin juga akan menjaga privasi dan keamanan pengguna yang ingin curhat. Sehingga pengguna bisa berekspresi mengungkapkan curahan hatinya sebebas mungkin.

Ke depan, Line juga akan terus mengembangkan layanannya bagi pengguna dengan menghadirkan sejumlah fitur terkait hal ini di masa yang akan datang. Salah satunya, melakukan sesi takeover di mana sejumlah tokoh yang sudah dikenal akan menjadi Mimin untuk menjawab berbagai curahan hati tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, Line juga akan membawa berbagai profesional dari ragam bidang, seperti hiburan, kesehatan mental, dan lain sebagainya. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 2.000 pengguna telah bergabung dan berinteraksi bersama Mimin dengan, rata-rata terdapat lebih dari 1.000 chat yang disampaikan kepada setiap pekan. 

Manfaatkan Teknologi untuk Berefleksi 

photo
Aplikasi Muslim Pro - (Dok Muslim Pro)

Tak lama lagi 2021 akan berakhir. Tahun yang bagi banyak orang mungkin terasa berat mengingat situasi pandemi yang masih belum begitu membaik. Meski demikian, 2021 pastinya memberikan banyak pelajaran yang berharga. Salah satunya adalah tumbuhnya kesadaran akan pentingnya teknologi.

Di era pandemi ini, peran teknologi semakin terasa besar. Pasalnya, lewat teknologi, umat dapat tetap menjaga persatuan meski jarak dan peraturan membatasi. 

Orang-orang yang sebelumnya jauh, kini bisa menjadi lebih dekat. Yang sulit bertemu, bisa saling bertemu sapa, berkat keberadaan teknologi.

Yang menarik, teknologi juga membuka jalan bagi umat untuk beribadah bersama di era pandemi ini. Salah satu caranya adalah melalui Muslim Pro, aplikasi seluler yang menawarkan berbagai macam fitur keagamaan, gaya hidup, dan tentunya, komunitas.

Lewat Muslim Pro, banyak kegiatan keagamaan yang bisa dilakukan bersama meski lewat gawai. Menjelang pergantian tahun, Muslim Pro bersama dengan Ustadz Syam Elmarussy pun mengajak para penggunnaya untuk merefleksikan apa yang terjadi di 2021 demi mempersiapkan diri sebelum memasuki tahun 2022.

Beberapa cara yang dapat kita terapkan untuk menyambut 2022 yang lebih baik, di antaranya: 

1. Refleksi Pangkal Motivasi

Menurut Ustadz Syam, berkaca dan merefleksikan diri itu jauh lebih penting ketimbang membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Karena, melalui refleksi diri, kita dapat meningkatkan kesadaran diri serta mengetahui kelebihan dan kelemahan yang kita miliki.

Refleksi diri sejatinya merupakan hal yang rutin dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan rutin refleksi diri, Nabi Muhammad SAW memiliki motivasi yang tinggi untuk memperjuangkan Islam dan umat-umatnya kala itu.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan refleksi diri. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan pribadi seperti “Apa penyesalan dan ketakutan terbesar yang terjadi dan dirasakan di 2021?” dan “Bagaimana cara untuk melepaskan penyesalan tersebut?”. Lewat pertanyaan-pertanyaan itu, kita dapat mengetahui apa saja yang menahan kita untuk menjadi lebih baik.

Selain itu, kita juga bisa memilih metode lain seperti bermeditasi atau berolahraga. Aktivitas seperti itu dapat membantu untuk berefleksi. 

2. Cari Solusi Atasi Kesulitan

Seorang umat yang baik bukanlah seorang umat yang tak memiliki masalah, tetapi adalah ia yang mampu menangani masalah. Ustadz Syam menekankan, kemampuan memecahkan masalah datang dari keinginan untuk berhenti sejenak dan melakukan refleksi diri.

Besar kemungkinan banyak orang merasa 2021 adalah tahun yang penuh masalah. Pandemi belum sepenuhnya berakhir dan membuat hidup kita terasa sulit. 

Namun, kesulitan dan masalah itu bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar dan berefleksi. Dari situ, kita akan terlatih untuk bisa menemukan solusi dengan lebih baik. Menurut Ustadz Syam, kita bisa terus mencoba tetap positif dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Dengan selalu positif, pikiran akan tetap jernih ketika masalah menerpa.

Selain itu, jangan sungkan meminta bantuan kepada Allah SWT, karena itu Ia tak akan pernah menolak permintaan hambaNya.

3. Menjadi Muslim yang Lebih Baik

Manusia dikatakan sebagai makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan Allah. Namun, manusia tak ada yang sempurna. Maka dari itu, pada satu titik, kita perlu berhenti sebentar, melihat apa yang sudah dilakukan, dan merenungi apa yang telah terjadi.

Hanya dengan melakukan hal-hal itulah, kita bisa meningkatkan iman, ibadah, dan ketakwaan. Menurut Ustadz Syam, ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan untuk menjadi Muslim yang lebih baik di 2022 mendatang.

Pertama, kembali dekatkan diri dengan Al-Quran. Membaca ayat-ayat suci bisa membuka mata serta menjernihkan pikiran kita. Saat ini, membaca Al-Quran kini bisa dilakukan juga di gawai lewat Muslim Pro. Lebih menyenangkannya lagi, Muslim Pro juga menyediakan penafsiran dari ayat-ayat suci serta resitasi audio dari Qori-qori terbaik.

Kedua, bekali diri dengan ilmu-ilmu dari orang-orang yang memiliki pengetahuan keagamaan. Kini, kita bisa menonton ceramah-ceramah yang meneduhkan atau baca artikel seputar Islam yang terpercaya melalui aplikasi Umma atau Muslim Pro.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat