Pengunjuk rasa berjalan di antara kabut asap dalam aksi menolak pembatasan di Brussels, Belgia, Ahad (21/11/2021). | AP Photo/Olivier Matthys

Internasional

23 Nov 2021, 03:45 WIB

Protes Pembatasan di Eropa Berlanjut

Mata uang euro kian tergelincir dengan pembatasan.

BRUSSELS -- Puluhan ribuan warga Belgia turun ke jalan di pusat Kota Brussels untuk menolak peraturan pembatasan sosial Covid-19, Ahad (21/11). Langkah pembatasan itu diambil pemerintah untuk menahan lonjakan kasus infeksi virus korona.

Polisi memperkirakan unjuk rasa dihadiri sekitar 35 ribu orang, tapi sebagian besar sudah pulang ketika demonstrasi berubah menjadi kerusuhan dan kekerasan. Ketika ratusan orang mulai melempari polisi, menghancurkan mobil, dan membakar tempat sampah.

Polisi meresponsnya dengan tembakan gas air mata dan water canon serta berusaha memulihkan ketertiban ketika hari mulai gelap. Tiga petugas polisi dan satu pengunjuk rasa terluka dalam bentrokan, Ahad.

Juru bicara kepolisian Belgia, Ilse Vande Keere mengatakan, sebanyak 42 pengunjuk rasa ditahan dan dua lainnya ditangkap dengan dakwaan memicu kekerasan usai unjuk rasa. Unjuk rasa digelar untuk memprotes saran keras pemerintah pada vaksinasi dan kemungkinan kebijakan wajib vaksin.

photo
Pengunjuk rasa membawa poster menolak pembatasan di antara kabut asap dalam aksi menolak pembatasan di Brussels, Belgia, Ahad (21/11/2021). - (AP Photo/Olivier Matthys)

Para pengunjuk rasa berteriak, “Kebebasan, kebebasan, kebebasan!” Mereka juga menyanyikan lagu antifasis Bella Ciao. Pengunjuk rasa itu lalu berbaris di belakang spanduk bertuliskan “Bersama untuk Kebebasan” dan berjalan menuju kantor pusat Uni Eropa.

Di tengah-tengah kerumunan terlihat berbagai simbol, mulai dari tanda-tanda kelompok ekstrem kanan hingga bendera pelangi lambang komunitas LGBT. Surat kabar Le Soir melaporkan, pengunjuk rasa juga melemparkan bom asap dan petasan ke arah polisi. Polisi Belgia mengatakan, tidak lama setelah bentrokan situasi kembali tenang.

Pada Rabu (18/11), Belgia memperketat peraturan pembatasan sosial Covid-19 dengan mewajibkan pemakaian masker di ruang publik. Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tetap tinggal di rumah karena negara itu mengalami gelombang wabah keempat virus korona.

Negara berpopulasi 11,7 juta orang itu mencatat lebih dari 1.5 juta kasus infeksi dan lebih dari 26 ribu kasus kematian terkait virus korona. Kasus infeksi kembali melonjak dengan rata-rata hampir 14 ribu kasus infeksi per hari.

Pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan saat ini Eropa menjadi titik wabah virus korona di dunia. Eropa menjadi satu-satunya kawasan yang angka kematian Covid-19 merangkak naik.

Lonjakan kasus infeksi pada musim semi membebani rumah-rumah sakit di negara-negara Eropa Timur dan Tengah. Seperti Ukraina, Rusia, Romania, Republik Ceska ,dan Slovakia.  

Beberapa hari terakhir terjadi gelombang unjuk rasa antivaksin Covid-19 di berbagai negara di Eropa. Setelah sejumlah negara mulai memperketat kembali peraturan pembatasan sosial Covid-19.

Polisi Belanda menangkap 30 orang lebih dalam gelojak kekerasan yang terjadi di Den Haag dan kota-kota lain pada Sabtu (19/11) lalu. Usai kekerasan semakin memburuk pada malam sebelumnya.

Austria akan menutup seluruh negeri bagi semua orang mulai Senin (22/11) hingga 10 hari ke depan. Sebelumnya, mereka sempat membatasi pergerakan hanya pada orang-orang yang belum divaksin. Pasar Natal di Wina penuh oleh wisatawan asing dan lokal yang menikmati liburan sebelum toko-toko dan tempat makan ditutup.

Tergelincir

Sementara, mata uang euro tergelincir pada Senin, menjadi diperdagangkan mendekati level terendah dalam 16 bulan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dampak pembatasan Covid-19 baru di Eropa, dengan Austria memulai penguncian penuh dan Jerman mempertimbangkan untuk mengikutinya.

Austria memulai penguncian keempatnya, yang pertama kali diperkenalkan sejak vaksin tersedia secara luas, menutup pasar, bar, kafe, dan teater Natal.

Gelombang infeksi keempat telah menjerumuskan Jerman, ekonomi terbesar Eropa, ke dalam keadaan darurat nasional, kata Menteri Kesehatan Jens Spahn.

Ia memperingatkan bahwa vaksinasi saja tidak akan mengurangi jumlah kasus. Euro merosot 0,25 persen menjadi 1,122 dolar AS pada pukul 09.05 GMT, mendekati level terendah 16 bulan yang disentuh pada Jumat (19/11/2021) ketika Austria mengumumkan penguncian.

"Premi risiko terkait pandemi telah membuat pengembalian yang tidak diinginkan ke pasar valas Eropa dan dapat membuat Euro rentan minggu ini," Chris Turner, kepala pasar global di ING, mengatakan kepada klien.

"Penguncian dan tekanan baru pada sektor jasa-jasa di Eropa sekarang memberi Bank Sentral Eropa (ECB) lebih banyak alasan untuk memperlambat pengetatan kebijakannya," Turner menambahkan. ';

×