Bakal calon anggota KPU dan Bawaslu melakukan pendaftaran secara daring di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (18/10/2021). | ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Nasional

‘Beban Pemilu tak Surutkan Pendaftar KPU-Bawaslu’

Tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu diminta mengantisipasi lonjakan pendaftar melalui daring.

JAKARTA – Peneliti Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif, Muhammad Ihsan Maulana menilai masih sedikitnya pendaftar penyelenggara pemilu tidak disebabkan beban kerja Pemilu dan Pilkada 2024 Serentak.

Berdasarkan data situs https://seleksikpubawaslu.kemendagri.go.id, jumlah pendaftar calon anggota KPU dan Bawaslu per Rabu (3/11) pukul 16.00 WIB mencapai 91 orang.

"Saya rasa tidak juga ya, khususnya bagi mereka penyelenggara pemilu di daerah yang ingin daftar ke pusat. Beban penyelenggaraan Pemilu 2024 tidak akan menyurutkan pendaftar," ujar Ihsan kepada Republika, Rabu (3/11).

Sebab, peraturan perundangan-undangan untuk penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada serentak di tahun yang sama tidak direvisi. Para pendaftar calon anggota KPU dan Bawaslu sudah memiliki gambaran mengenai beban kerja dan aturan yang akan dihadapi 2024 nanti.

Apabila melihat perkembangan jumlah pendaftar calon penyelenggara pemilu periode 2022-2027 per harinya, sekarang memang bisa dikatakan masih sedikit.

Namun, berkaca pada seleksi periode sebelumnya, jumlah pendaftar akan meningkat di akhir masa pendaftaran. Kandidat punya waktu sampai pendaftaran ditutup pada 15 November, baik secara daring, langsung datang ke kantor tim seleksi (timsel), maupun dikirim melalui pos.

Ihsan meminta tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu mengantisipasi lonjakan pendaftar melalui daring dengan memastikan laman resmi pendaftaran tidak down.

photo
Pekerja melipat surat suara Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau 2020 di Gudang Logistik KPU Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (17/11/2020). - (ANTARA FOTO/Teguh prihatna)

"Ini dikhawatirkan jika semua pendaftar mengakses web pendaftaran di hari-hari terakhir secara bersamaan," kata dia.

Ihsan menyebutkan, pada seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022, total pendaftarnya mencapai 512 orang. Rinciannya, jumlah pendaftar calon anggota KPU 304 orang dan Bawaslu 208 orang.

Sementara itu, Ketua Timsel Calon Anggota KPU-Bawaslu, Juri Ardiantoro, mengaku optimistis jumlah pendaftar akan banyak. Pendaftar calon penyelenggara pemilu diharapkan terus bertambah di sisa waktu masa pendaftaran ini. "Harus optimistis, Insya Allah akan banyak," tutur dia kepada Republika.

Dia juga mengatakan, beban kerja yang akan dihadapi pada Pemilu dan Pilkada 2024 tidak menyurutkan minat para pendaftar calon penyelenggara pemilu. Sebab, kata dia, KPU dan Bawaslu ialah lembaga negara yang sudah mapan. "Saya pikir enggak juga. KPU-Bawaslu itu organisasi besar dan sudah establish," ucap Juri.

photo
Petugas Linmas menyemprotkan cairan disinfektan ke area Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat simulasi pemungutan suara Pilkada serentak di Alun-Alun Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (3/12/2020). - (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)

Dalam rapat dengar pendapat umum timsel KPU-Bawaslu dengan Komisi II DPR pada Selasa (2/11), Juri menyebut, jumlah pendaftar calon penyelenggara pemilu masih sedikit. Pendaftar didominasi laki-laki, yakni pendaftar calon anggota KPU ada 31 laki-laki dan tujuh perempuan, serta Bawaslu ada 25 laki-laki dan tiga perempuan.

Menurut Juri, timsel belum melakukan pemeriksaan terhadap para pendaftar penyelenggara pemilu tersebut. Dia mengakui terkadang ada pendaftar yang nekat mencalonkan diri meski tidak memenuhi syarat yang ditentukan peraturan perundangan-undangan.

"Ini pun belum kita periksa, mohon maaf, kualitas dari pendaftar, karena kadang-kadang ada juga yang nekat mendaftar meskipun tidak memenuhi syarat administrasi," kata Juri.

Tragedi gugurnya penyelenggara pemilu terjadi pada Pemilu 2019 lalu. Hampir 600 penyelenggara pemilu di seluruh Indonesia gugur saat menjalankan tugasnya di pemilu serentak dengan menampilkan lima kotak suara. Diduga, mereka meninggal akibat kelelahan dengan beban kerja penyelenggara saat itu. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat