Wisudawati Annisa Bunga Fitri bersiap mengikuti wisuda secara daring Universitas Sahid di Jakarta, Sabtu (25/9/2021). | Prayogi/Republika.

Kabar Utama

06 Oct 2021, 03:45 WIB

PTM Kampus Lebih Kompleks

Kampus-kampus mulai menyiapkan PTM dalam waktu dekat.

JAKARTA -- Epidemiolog asal Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di perguruan tinggi jauh lebih serius dalam potensi penularan Covid-19. Karena itu, menurut dia, perlu ada pola yang harus diterapkan dalam aktivitas PTM di kampus.

"Membuka tatap muka di perguruan tinggi membutuhkan kesiapan yang jauh lebih kompleks," kata Dicky kepada Republika, Senin (4/10) malam.

Ia menuturkan, ada perbedaan mendasar mobilitas di kampus dengan lingkungan TK hingga SMA. Perbedaan yang paling menonjol adalah dari sisi lingkungannya. 

Sebab, kampus tidak hanya menjadi tempat berkumpul mahasiswa dari berbagai daerah, tetapi juga banyak dosen, tenaga kependidikan, dan karyawan yang bekerja. Dengan demikian, untuk saat ini yang bisa menjadi prioritas PTM adalah para mahasiswa baru. 

Para mahasiswa tingkat pertama tersebut, menurut dia, belum mengenal dunia kampus. "Dan, jauh lebih mudah diterapkan pola hidup baru dan protokol baru, dibandingkan senior. Jadi, ini yang bisa dilakukan, beranjak dari kesadaran lebih kompleks," ujar Dicky. 

Persiapan lain yang harus dilakukan adalah para mahasiswa, dosen, staf, karyawan, hingga pedagang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Kemudian, ada seleksi pengajar atau staf luring yang tak berisiko tinggi serta adanya kesediaan menjalani PTM. 

"Lebih baik di zonasinya saja dulu. Seperti UNS (Universitas Sebelas Maret), jadi yang tinggal di Solo Raya saja dulu, lebih mudah dan tahu kondisi. Kalau dibuka secara umum, berisiko karena dari berbagai daerah, jadi diutamakan dulu dari zonasi sama," tuturnya. 

Saat menjalankan PTM, pihak kampus juga bisa mengedukasi masyarakat sekitar kampus terkait protokol kesehatan yang harus dijalankan. "Agar sama-sama aman, karena ini simbiosis mutualisme. Karena, kampus kan menghidupkan ekonomi setempat, makanya perguruan tinggi ini harus memberikan literasi ke sekelilingnya, seperti 5M, prokes di kosan dan tempat makan, ini sangat berkontribusi," ujarnya. 

Hal penting lainnya adalah perlunya uji coba. "Tinggal evaluasi, titik mana yang lengah, nah ini yang bisa diadopsi universitas lain. Karena kalau tidak ada pilot project, ya sulit. Saya kira UNS sudah bisa jadi contoh," kata dia. 

Diketahui, UNS hanya mengizinkan mahasiswa dari wilayah Solo Raya yang dapat mengikuti PTM. Selain itu, UNS juga memiliki Satgas Covid-19 internal. Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho juga memutuskan, yang masuk PTM pertama adalah mahasiswa tahun awal. Hal itu karena mereka harus diprioritaskan sebab baru masuk ke dunia kampus. 

photo
Petugas mengatur antrean vaksinasi massal Covid-19 yang digelar Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia Madiun, Yayasan Women Centre Madiun dan Polres Madiun Kota di pusat perbelanjaan Kota Madiun, Jawa Timur, Ahad (3/10/2021). - (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Panut Mulyono, mengungkapkan, sudah banyak perguruan tinggi yang melakukan perkuliahan tatap muka (PTM) terbatas. "Pada prinsipnya, rektor masing-masing perguruan tinggi memulai perkuliahan tatap muka terkendali sesuai keadaan dan kondisi di mana masing-masing kampus berada," kata rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu kepada Republika

Meski sudah banyak perguruan tinggi yang melakukan PTM terbatas, Panut mengatakan, pihaknya belum mendata secara persis jumlah perguruan tinggi negeri mana saja yang sudah melakukan PTM terbatas. "Rapat FRI Jumat malam yang lalu, kami tidak membahas hal itu karena sudah dibahas pada rapat-rapat yang lalu-lalu," ujar dia. 

Kepala Pusat Kajian Inovasi dan Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM), Hatma Suryatmojo, mengatakan, UGM sejauh ini terus menyiapkan kesiapan PTM. Ia memperkirakan, UGM sudah bisa melaksanakan PTM secara terbatas setidaknya dua pekan mendatang. "Kalau pembatasan jumlah, tentu tergantung ukuran karena setiap kapasitas kelas berbeda," ujar Hatma kepada Republika

Untuk pengawasan protokol kesehatan, ia menerangkan, UGM sudah memiliki Health Promoting University (HPU) yang di dalamnya ada Tim Satgas Covid. Tim HPU tidak hanya ada di tingkat universitas, tapi juga fakultas dan sekolah. 

Terkait vaksinasi, ia menambahkan, untuk dosen dan tenaga pendidik sudah lebih dari 90 persen. Sementara, untuk mahasiswa sampai saat ini melalui vaksinasi yang dilaksanakan UGM bisa bisa mencakup 10-25 persen dari total mahasiswa. "Kalau kita sudah bisa vaksin 10 ribu mahasiswa dan sisanya mereka mengikuti vaksinasi mandiri, mereka semua sudah bisa mengikuti PTM di UGM," kata Hatma. 

Kampus Universitas Indonesia (UI) sejauh ini belum akan melaksanakan kuliah tatap muka. Namun, sejak awal tahun ajaran 2020/2021, UI sudah melakukan blended learning atau hibrid. "Ada yang luring adalah yang praktik di lab, antara lain, di fakultas teknik (FT)," ujar Kepala Kantor Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI, Amelita Lusia, saat dihubungi Republika, Selasa (5/10). 

photo
Sejumlah wisudawan mengikuti wisuda tatap muka di Academic Center Universitas Islam Raden Fatah Palembang, Sumsel, Sabtu (25/9/2021). Wisuda tatap muka mulai diselenggarakan sejak turunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Palembang dari Level 3 ke level 2. - (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Menurut Amelita, UI berkomitmen mendukung dan melaksanakan kebijakan dan program nasional. Sejak awal tahun akademik 2020/2021, UI sudah melaksanakan kuliah tatap muka secara selektif, menentukan kegiatan belajar mengajar mana saja yang perlu dilaksanakan secara tatap muka.

"Jadi, kuliah tatap muka disesuaikan dengan kebutuhan proses pembelajaran dan kepentingan menjaga keselamatan dan kesehatan sivitas akademika UI," katanya menerangkan. 

Ia menambahkan, para mahasiswa juga sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19, baik di kampus Depok (Klinik Makara) maupun di Salemba (RSKGM). "Kami membuka Sentra Vaksinasi Mahasiswa Indonesia (SVMI). Para dosen dan tenaga didik (tendik) juga sudah mendapat vaksinasi. Tentunya, kami berharap ini akan mempercepat herd immunity," ungkap Amelita. 

UI berharap perkuliahan berjalan lancar, mahasiswa belajar dalam situasi nyaman, aman, dan terkendali. Amelita melanjutkan, pihaknya masih menunggu adanya surat edaran resmi terkait rencana pemberlakuan kuliah tatap muka secara terbatas.

"Kami masih menunggu surat edaran resmi dari pemerintah untuk melaksanakan kuliah tatap muka secara terbatas. Saat ini, kami sudah melakukan persiapan-persiapan terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat," tuturnya.


×