Warga menjalani observasi usai menerima vaksin covid-19 Pfizer dosis pertama di SDN Kalibata 11, Jakarta, Selasa (14/9). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan ada sekitar 2,5 juta warga pemilik kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta belum mengikuti | Prayogi/Republika.
27 Sep 2021, 09:03 WIB

Angka Covid-19 Turun, Anies Imbau Warga Jangan Abai Prokes

Potensi anak untuk melanggar protokol kesehatan sangat tinggi.

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengatakan, DKI Jakarta terus berupaya untuk mengendalikan Covid-19. Bahkan, dalam 24 jam terakhir, lanjut dia, kasus aktif Covid-19 di DKI berhasil turun ke angka 1,972 kasus.

Jumlah di bawah dua ribu kasus tersebut, kata dia, menjadi yang terendah sejak 14 April 2020 silam. "Di balik landainya kasus Covid-19 di DKI, ada peran ribuan-jutaan orang, termasuk Anda yang membaca pesan ini," kata Anies dalam akun Instagram pribadinya, Ahad (26/9).

Dia melanjutkan, dengan capaian tersebut, pihak Pemprov DKI mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Utamanya, pada warga DKI yang menerapkan protokol kesehatan lengkap dan telah divaksinasi sepenuhnya.

"Mari teman-teman ikut menjaga Jakarta. Jangan abai karena kasus sudah landai, mari hadapi bersama sampai pandemi ini usai," kata Anies.

Terkait

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, mengatakan, kondisi pandemi di DKI Jakarta hingga kini semakin terkendali. Menurut mereka, hal itu terbukti dengan kasus aktif Covid-19 dalam 24 jam terakhir yang berjumlah 1.972 orang.

Lebih jauh, khusus positivity rate DKI dalam 24 jam terakhir, juga diklaim mereka turun. Dikatakan, jumlah tersebut kini hanya berkisar 0,76 persen. "Dengan jumlah testing jauh melebihi dari standar WHO, sekitar 11,5 kalinya," kata akun resmi BPBD DKI.

Bahkan, lanjut mereka, angka pemakaman dengan protokol ketat Covid-19 hingga Jumat lalu, juga menunjukkan rekor terendah, sekitar tiga pemakaman.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyoroti level PPKM DKI Jakarta yang belum turun karena vaksinasi wilayah aglomerasi Bodetabek yang belum memadai. Dia menegaskan, belum turunnya level PPKM DKI meski kasus positif berkurang drastis dan vaksinasi melebihi target, memang capaian yang baik.

"Karena kita harus memahami Jakarta kan tidak berdiri sendiri," kata Riza.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Anies Baswedan (aniesbaswedan)

Untuk vaksinasi di DKI Jakarta masih menyisakan tugas besar. Pasalnya, sebanyak 15 persen anak dan remaja belum menjalani vaksinasi. Padahal, vaksin Covid-19 untuk usia 12-17 tahun telah berjalan sejak awal Juli 2021 lalu.

"Sekarang ini masih ada 15 persen remaja yang harus kita dorong untuk segera vaksin. Salah satu penyebabnya izin orang tua yang tidak mau anaknya divaksinasi lantaran khawatir dengan efek sampingnya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, Sabtu.

Dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan DKI hingga 24 September 2021 lalu tercatat 856.459 anak usia di bawah 18 tahun (12-17 tahun) sudah mendapat dosis pertama vaksin Covid-19. Terkait hal itu, Dwi menuturkan, pihaknya akan tetap mendorong para remaja tersebut bisa segera divaksinasi, termasuk juga memberikan vaksinasi pada semua orang ber-KTP DKI yang belum divaksinasi.

Salah satu caranya dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah di Ibu Kota, guna mempercepat vaksinasi terhadap anak berusia 12-17 tahun. "Kami akan berusaha menjangkau semua siswa, termasuk yang ber-KTP DKI yang sampai saat ini belum vaksin," ujar dia.

Dwi berharap para remaja ini bisa mendapatkan proteksi ekstra dari bahaya Covid-19. Terlebih, Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menambah jumlah sekolah yang dibuka untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas. "Nanti ada 1.509 sekolah yang dibuka untuk PTM Terbatas," ucap Dwi.

Diketahui, hingga 24 September 2021, capaian vaksinasi COVID-19 di DKI Jakarta sudah menembus angka 10,3 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,5 juta warga sudah mendapat suntikan dosis kedua vaksin Covid-19. Walau demikian, 36 persen dari capaian vaksinasi tersebut ternyata bukan warga ber-KTP DKI Jakarta.

Jangan dibuka dulu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta diketahui akan membuka 1.509 sekolah untuk merealisasikan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (27/9). Menanggapi hal itu, Ketua Komisi E DPRD DKI, Iman Satria, mengatakan, PTM memang harus terus dilanjut dan diperluas.

"Yang penting prokesnya dijaga. Serta sekolah yang memang melanggar harus ditutup, jangan dibuka dulu," ujar Iman, Ahad.

Saran tersebut, kata dia, berdasarkan koordinasi yang telah dilakukan komisi dengan Disdik DKI. Selama koordinasi itu, dia juga mengaku sudah memberikan masukan dan teguran kepada pemprov menyoal pelanggaran prokes dan soal isu klaster sebelumnya.

"Di situ kita minta untuk menjalankan pengawasan yang lebih ketat. Karena (PTM) ini kan tidak bisa dihindari lagi," tutur politikus Gerindra itu.

Anggota Komisi E DPRD DKI, Jhonny Simanjuntak, mengatakan, pembukaan sekolah tambahan untuk gelar PTM terbatas, sebaiknya ditunda. Menurut dia, dalam membuka dan menambah sekolah PTM, harus diselesaikan dengan prinsip kehati-hatian.

"Karena potensi anak untuk tidak menerapkan prokes baik seperti itu kan sangat tinggi," kata Jhonny.


×