Tangkapan satelit Sumur Barhout di Yaman. Banyak penduduk di daerah itu tak nyaman mengunjungi sumur neraka di tengah gurun Yaman ini. | istimewa

Kisah Mancanegara

'Sumur Neraka' Penjara Para Jin

Banyak penduduk di daerah itu tak nyaman mengunjungi sumur neraka di tengah gurun Yaman ini.

OLEH FERGI NADIRA

Dunia ini masih kerap menyajikan kita dengan berbagai kejutan yang tak diduga-duga. Tempat yang sudah begitu lama ditakuti, ternyata memiliki misteri dan keindahannya tersendiri.

Dikenal sebagai sumur tempat para jin dipenjara, well of hell atau sumur neraka di Yaman menyimpan fenomena alam yang luar biasa. Tim Eksplorasi Gua Oman (OCET) berhasil melakukan ekspedisi ke lubang berdiameter 30 meter dan memiliki kedalaman 112 meter itu pada Rabu (15/9) lalu.

Sumur neraka yang secara alami dikenal sebagai Sumur Barhout ini berada tepatnya di tengah gurun di Provinsi Al Mahra dekat perbatasan Yaman dengan Oman yang sama sekali tak pernah tersentuh oleh masyarakat setempat. Sebab, tempat itu dianggap mengerikan bagi masyarakat lokal karena berbagai cerita misteri yang mengelilinginya.

Salah satu cerita legenda menyebut, lubang raksasa tersebut adalah penjara bagi para jin atau setan yang penuh kutukan. "Banyak orang mengatakan di sanalah orang-orang murtad dan orang-orang yang tidak percaya disiksa setelah kematian," kata profesor geologi di Universitas Teknologi Jerman di Oman, Mohammed al-Kindi seperti dikutip laman news.com, Ahad (26/9).

"Yang lain percaya kepala mereka akan dipenggal begitu berada di bawah sana," ujarnya menambahkan. Menurut ekspedisi timnya, di bawah sumur terdapat ular, katak, kumbang, tapi mereka tidak akan mengganggu kecuali seseorang mengganggu mereka.

Rekaman Reuters menunjukkan formasi gua dan ada mutiara gua abu-abu serta hijau yang terbentuk oleh tetesan air. "Kami mengumpulkan sampel air, batu, tanah, dan beberapa hewan mati, tetapi belum dianalisis," ujar Kindi. "Laporan akan segera dipublikasikan segera," katanya menambahkan.

Seorang pejabat Yaman bulan lalu mengatakan, pemerintah tidak tahu menahu soal apa yang ada di kedalaman lubang yang diperkirakan berusia jutaan tahun itu. Pemerintah setempat pun belum pernah mencapai dasar gua. "Kami melihat hal-hal aneh di dalam. Kami juga mencium sesuatu yang aneh. Ini situasi yang misterius," katanya.

Banyak juga penduduk di daerah itu merasa tidak nyaman mengunjungi sumur neraka. Bahkan, mereka juga enggan membicarakannya karena takut ditimpa kesialan atau nasib buruk. Dalam ekspedisi OCET, para penjelajah yang merupakan peneliti mengumpulkan sejumlah sampel dari dalam lubang raksasa untuk dipelajari.

Misteri lain yang beredar tentang sumur neraka adalah adanya air yang beracun karena dari dalam lubang menimbulkan bau. Kindi mengatakan, hewan mati yang membusuk bisa menyebabkan bau busuk. "Tidak ada bau busuk yang menyengat di dalam lubang pembuangan," katanya.

Seperti dilansir laman Live Science, Ahad (26/9), dari dalam lubang, tim juga menemukan bahwa air muncul dari beberapa lubang di dinding gua sekitar 65 meter di bawah permukaan sehingga menciptakan air terjun kecil. Ini menyediakan tetesan air yang dibutuhkan untuk pembentukan speleothem, stalagmit, dan mutiara gua.

"Mutiara gua tersebut terbentuk dari air yang menetes atau mengalir sebagai lapisan mineral konsentris, biasanya di sekitar semacam nukleus," terang seorang ahli geologi di Western Illinois University yang berspesialisasi dalam mutiara gua, Leslie Melim.

Menurut Melim, mutiara gua jarang terjadi dan hanya dapat tumbuh di bagian dasar gua yang benar-benar datar sehingga inti tidak bergerak.

Terlepas dari mitos, misteri, dan penelitian yang tengah dilakukan OCET, Yaman adalah negara yang telah terlibat dalam perang saudara yang menghancurkan sejak 2014 yang telah memicu apa yang digambarkan oleh PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Dua pertiga dari 30 juta penduduknya, saat ini menggantungkan hidup pada berbagai bentuk bantuan. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat