Suasana venue dayung PON Papua di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021). Kebutuhan akomodasi tamu di ajang PON XX Papua diperkirakan bakal sangat besar. | ANTARA FOTO/Gusti Tanati
18 Sep 2021, 03:55 WIB

Akomodasi PON DIkebut

Kebutuhan akomodasi tamu di ajang PON XX Papua diperkirakan bakal sangat besar.

JAKARTA-- Kebutuhan akomodasi tamu di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua diperkirakan bakal sangat besar. Menjelang pelaksanaan helatan multicabang yang dibuka pada 2 Oktober 2021 itu, penyiapan kebutuhan itu dikebut.

Diperkirakan akan ada 21 ribu hingga 22 ribu tamu yang akan datang di even olahraga terbesar di Indonesia ini. "Saya pastikan ketersediaan akomodasi di empat Klaster PON Papua, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika tersedia. Total tempat tidur yang kita siapkan sebanyak 26 ribu unit. Jumlah ini cukup dari perkiraan total tamu yang akan datang," ujar Ketua Bidang III PB PON Papua John Nahumury kepada Republika, Jumat (17/9).

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua itu menuturkan, sebagian besar atau sekitar 65 persen kebutuhan akomodasi akan dipenuhi melalui losmen maupun nonhotel yang dibangun setara bintang tiga. "Kalau hanya dengan hotel berbintang memang akan kurang. Kita membangun nonhotel, inilah yang nantinya akan memenuhi kebutuhan akomodasi selama PON." 

John mengatakan, masyarakat juga ada yang menyediakan tempat tinggalnya sebagai fasilitas homestay. "Untuk pengusaha akomodasi, saat kebutuhan sedang tinggi jangan menaikkan harga semaunya. Berikan harga yang wajar karena mereka juga harus berpartisipasi untuk mensukseskan PON yang baru pertama digelar di Papua ini," katanya.

Terkait

Untuk masalah transportasi, menurut John, juga sudah siap sepenuhnya. PB PN XX sejauh ini telah mendapat bantuan lebih dari 470 bus dari Kementerian Perhubungan. Semuanya sudah didistribusikan ke empat klaster tempat pelaksanaan PON.

Selain itu, lanjut John, panitia juga menyiapkan 7.000 unit kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi ini nantinya akan digunakan mengantar tamu VIP, tamu negara, serta untuk kebutuhan kontingen.

Untuk tenaga sopir, tidak ada yang didatangkan dari luar Papua. "Semua kebutuhan sopir dari dalam Papua. Mereka sangat antusias. Kini kita sedang menunggu pencarian dana untuk kebutuhan sopir. Semoga dalam sepekan ini sudah cair," kata dia.

Kebutuhan konsumsi untuk PON Papua juga tidak ada masalah. "Semuanya sudah kita siapkan. Jika ada kontingen yang datang 19 September, kita sudah siapkan kebutuhan makannya."

Untuk menu makanan, selain makanan Nusantara, panitia juga akan mempromosikan kuliner lokal. Aneka kudapan dari sagu akan diperkenalkan. Termasuk papeda, makanan khas Papua. “Dengan PON kita ingin perekonomian masyarakat setempat terangkat termasuk usaha kulinernya," ujar John. 

Gelaran PON XX Papua akan dibuka Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober, meski sudah ada pertandingan pada 24 September. Penutupan gelaran olahraga tersebut terjadwal pada 15 Oktober. Sekitar 7.000 atlet dai 33 provinsi bakal ambil serta dalam gelaran ini.

Helatan olahraga empat tahunan itu juga bakal mendatangkan banyak tamu maupun tokoh kenegaraan ke Papua. Hal ini mengingat Papua, provinsi paling timur di Indonesia itu, baru sekali ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan multieven nasional.

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib menyatakan, persoalan pemenuhan fasilitas umum para tamu dan kontingen atlet yang datang jadi salah satu yang dikhawatirkan. Sejumlah arena pertandingan, tempat penginapan, serta jaringan komunikasi masih terus dalam perbaikan. 

Namun, ia percaya, gelaran PON Papua akan meningkatkan persaudaraan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih. “Ada kekerungan itu wajar. Tetapi Papua dan masyarakatnya siap menyambut saudara-saudaranya yang datang untuk PON nanti,”  ujar Timotius saat dihubungi Republika dari Jakarta, pada Jumat (17/9).

Ia juga meyakinkan, Papua bakal aman selama penyelenggaraan PON. “Ini pesta rakyat Indonesia. Papua, juga Indonesia. Kita sebagai Majelis Rakyat Papua, kasih imbauan supaya rakyat di Papua, sama-sama jaga keamanan,” ujar dia. 

photo
Sejumlah penari menampilkan tarian Cakalele di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (16/9/2021). Atraksi tarian Cakalele untuk menyambut kedatangan kontingen Maluku yang akan bertanding pada PON Papua. - (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)

Ketua MRP mengiyakan jaminan keamanan gelaran PON XX memang semestinya datang dari Polri dan TNI. Namun, masyarakat Papua juga ujung tombak dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi atlet maupun kontingen luar daerah yang datang ke PON Papua. “Jangan takut datang. Aman, masyarakat bisa  (saling) jaga.” 

Brimob diterjunkan

Sementara, Korps Brimob Polri mulai diterjunkan ke Bumi Cenderawasih untuk pengamanan PON XX Papua. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, pasukan Brimob Nusantara dari Polda Gorontalo sudah tiba di Bandara Mopah, Merauke untuk mulai memperkuat pengamanan penyelenggaraan pesta ragam olahraga di Tanah Air tersebut.

Kamal mengatakan, ada 101 personel Brimob Gorontalo yang didatangkan. “Dengan kehadiran personel BKO (bawah kendali operasi) Brimob Nusantara dari Gorontalo, mampu bekerja sama pada saat nanti demi kesuksesan pelaksanaan PON Papua, khususnya di Kabupaten Marauke,” kata Danyon D Pelopor AKP Clief Gerald Philipus Duwith, dalam rilis resmi yang disampaikan Kamal, Jumat (17/9).


×