Fans bersorak sebelum dimulainya pertandingan grup F kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Jerman dan Prancis di stadion Allianz Arena di Munich, Selasa, 15 Juni 2021. | AP/Franck Fife/AFP Pool

Olahraga

23 Jun 2021, 08:48 WIB

Dendam Lama Prancis Versus Portugal

Prancis lebih difavoritkan para penikmat sepak bola.

BUDAPEST -- Timnas Prancis menyimpan dendam setelah tersungkur lewat gol extra time Portugal di final Piala Eropa (Euro) 2016. Lima tahun setelah laga final itu, Prancis berambisi untuk melakukan penebusan saat berjumpa Portugal pada laga pemungkas Grup F Euro 2020 di Stadion Ferenc Puskas, Budapest, Hungaria, Kamis (24/6) dini hari WIB.

Prancis lebih difavoritkan pada pertemuan kali ini. Kampiun Piala Dunia 2018 itu untuk sementara menduduki posisi pertama Grup F dengan perolehan angka terpaut satu poin dari Jerman di kursi kedua dan Portugal di posisi ketiga.

Meski demikian, Prancis datang dengan modal kurang meyakinkan. Trio Kylian Mbappe, Karim Benzema, pun Antoine Griezmann gagal menunjukkan produktivitas di lini depan Les Bleus saat berjumpa Hungaria.

Griezmann mengeklaim, pertandingan melawan Portugal seperti laga final. Ia pun berharap, laga nanti berjalan dengan sengit. "Kami tahu harus mendapatkan hasil maksimal untuk maju ke babak berikutnya. Kemenangan akan menjadi hasil yang terbaik," kata Griezmann dilansir laman resmi UEFA, Selasa (22/6).

Griezmann lantas meminta rekan setimnya untuk berkontribusi lebih saat meladeni materi pemain bintang milik Portugal. Bomber Barcelona itu juga menyebut, bintang Portugal Cristiano Ronaldo merupakan sumber inspirasinya. Ronaldo bahkan bisa menjadi pembeda dalam laga nanti.

"Cristiano Ronaldo akan sama dominannya seperti biasa. Dia pemain komplet dan mampu mencetak gol dalam situasi apa pun. Jadi, kami perlu mewaspadainya," kata eks pemain Real Sociedad dan Atletico Madrid.

Secara menyeluruh, materi pemain Prancis tak memiliki masalah berarti. Bahkan, saat laga perdana versus Jerman, Prancis sukses menerapkan permainan reaktif dalam serangan balik.

Kekuatan serangan balik dari Mbappe, Griezmann, dan kapasitas Benzema sebagai penyerang tengah berjalan sempurna. Akan tetapi, pada laga kontra Hungaria, tim pemilik dua titel Piala Eropa menemui kebuntuan.

Kritik tajam pun mengarah tepat ke Benzema. Publik Prancis meragukan kapasitas penyerang Real Madrid itu lantaran belum juga mencetak gol dalam dua laga yang telah dilakoni.

Juru taktik Prancis Didier Deschamps angkat bicara soal tekanan terhadap Benzema. Dirinya menegaskan bahwa timnas menaruh kepercayaan penuh kepada striker berusia 33 tahun itu.

Menukil dari Foot the Ball, Deschamps telah mengubah budaya pun keyakinan sepak bola timnas Prancis melalui pendekatan pragmatis dalam menatang tim lawan. Di bawah besutan Deschamps, Les Bleus menampilkan permainan yang lebih efisien dan terpenting menghasilkan kemenangan.

Di sisi lain, Portugal akan berusaha untuk segera bangkit dari kekalahan 2-4 melawan Jerman. Pelatih Fernando Santos pun mengaku, timnya harus berkaca dan segera memperbaiki penampilan saat berjumpa Prancis. "Kami harus berjuang sampai akhir," ucap Santos menegaskan.

Seperti yang terjadi pada 2016, juara bertahan Piala Eropa itu harus berjuang untuk menjadi salah satu dari dua tim teratas sebelum matchday terakhir di grup maut. Jika hasil tidak sesuai harapan, Bernardo Silva dkk harus berpegang pada harapan bahwa timnya dapat lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Portugal sejatinya masih bisa memesan tiket ke fase selanjutnya dengan status juara, runner-up, atau tim peringkat tiga terbaik seandainya hasil di matchday terakhir tidak memihak Seleccao das Quinas.


×