Mengelola keuangan (ilustrasi) | Pexels/Pixabay

Perencanaan

Menjadi Pribadi Bijak Mengatur Keuangan

Setiap keluarga hanya boleh belanja sekitar 40 persen dari total pendapatan bulanan.

Hari Raya Idul Fitri yang baru saja berlalu, bagi sebagian orang menjadi momen un tuk berbagi, termasuk membagi-bagikan uang. Tak jarang, seusai Lebaran, banyak dari mereka yang mengalami defisit anggaran akibat pengelolaan pengeluaran yang kurang bijak. 

Lalu bagaimana cara untuk menyehatkan kembali keuangan pasca-Lebaran? Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno berpendapat, jika dana tunjangan hari raya (THR) dan gaji terkuras banyak, kita harus merumuskan kembali strategi keuangan. 

Misalnya, dengan mengecek uang yang tersisa dan cara mengaturnya agar cukup hingga gajian berikutnya. “Lakukan penghematan dan atur agar uang itu cukup sampai jangka waktu gajian. Intinya lakukan penghematan,” kata Mike saat dihubungi Republika, beberapa waktu lalu. 

Penghematan keuangan dalam waktu tertentu, dia melanjutkan, bukan perkara mudah. Itu sebabnya dia menyarankan agar mengunduh aplikasi keuangan yang bisa mengatur pengeluaran harian. Dengan demikian, kita bisa mengerem pengeluaran saat uang sudah mepet.

Saat gaji sudah didapatkan, Mike menyebut, kelolalah pendapatan itu dengan bijak. Contohnya adalah dengan mengaturnya lewat skema 40/30/20/10. Skema ini membuat setiap keluarga hanya boleh belanja sekitar 40 persen dari total pendapatan bulanan. “Ini wajib dilakukan, agar keuangan Anda benar-benar sehat kembali, dan tidak terus-menerus defisit,” ujar Mike.

Skema 40/30/20/10 menentukan, 40 persen dari pendapatan dapat digunakan untuk biaya hidup dan kebutuhan rutin, kemudian 10 persen untuk alokasi sosial, seperti zakat, pajak, dan donasi. Kemudian, 30 persen untuk alokasi dana wajib atau cicilan, dan 20 persen untuk alokasi investasi atau tabungan.

photo
Investasi berdampak sosial (ilustrasi) - (Freepik)

Senada, perencana keuangan Aidil Akbar menambahkan, pemulihan kondisi keuangan dilakukan dengan mengatur pengeluaran hanya untuk hal yang sifatnya pokok. Di luar kebutuhan itu, sebaiknya dikesampingkan dulu. “Saat pandemi Covid-19, bagi masyarakat menengah ke bawah yang rentan terpuruk karena krisis, habiskan pendapatan Anda hanya untuk kebutuhan pokok dan investasi atau tabungan,” kata Aidil.

Solusi lain agar keuangan pasca-Lebaran tetap sehat, menurut Aidil, adalah dengan tidak belanja berlebihan. Jadi, secukupnya dan seperlunya saja dari kebutuhan mendasar.

Selain keuangan, pengelolaan jiwa pasca-Lebaran diperlukan juga agar bisa lebih bijak dalam berbagai hal. Ustaz Sholeh Mahmoed yang akrab disapa Ustaz Solmed mengatakan, Ramadhan melatih umat Islam untuk menahan diri secara fisik juga mental. Secara fisik, umat dilatih menahan diri dari lapar dan dahaga. Sementara secara mental, umat dilatih bersabar, lebih dermawan, dan menahan amarah dan iri hati.

“Semua manfaat dari latihan selama Ramadhan itu, bisa enggak nihkita terapkan dan pertahankan di 11 bulan ke depan? Yang paling sulit itu bukan mendapatkan sesuatu, melainkan mempertahankannya,” kata dia saat dihubungi, akhir bulan lalu. 

 
Latih diri Anda untuk bisa menahan diri seperti ketika Ramadhan.
USTAZ SHOLEH MAHMOED
 
 

 

Cermat Manfaatkan Teknologi

Meningkatnya transaksi digital yang terjadi selama pandemi di masyarakat, membuat transaksi para pemain dompet digital juga ikut meningkat. Pemanfaatan platform Ovo dan GoPay saat ini menjadi sebuah kebutuhan masyarakat untuk memesan makanan daring, berbelanja, hingga berinvestasi. 

Hal ini membuat top up dompet digital dapat dilakukan lebih dari tiga kali dalam satu bulan. Namun, saat ini setiap pengisian saldo dompet digital, kebanyakan bank dan Fintech akan memberikan biaya layanan Rp 1.000 hingga Rp 1.500 rupiah setiap transaksinya.

photo
Aplikasi Flip (Ilustrasi) - (Google Play Store)

Flip, perusahaan teknologi finansial yang fokus dalam transfer uang, baru saja meluncurkan fitur terbarunya yang dapat melakukan top up dompet digital gratis. Untuk saat ini, Flip dapat menghilangkan biaya admin top up dompet digital untuk dua merek dompet digital terbesar yaitu Ovo dan GoPay (GoTo Group).  

Riza Herzego selaku Product Manager Lead dari Flip menjelaskan, dengan meningkatnya tren belanja daring, semakin banyak masyarakat yang transaksi dengan opsi digital. Dan karena hal itu, semakin sering masyarakat mengisi saldo dompet digital mereka dan membayarkan biaya admin yang dibebankan ke mereka. 

“Flip ingin masyarakat dapat lebih mudah dan nyaman dalam melakukan transaksi digital sehingga kami luncurkan fitur top up dompet digital gratis ini yang dapat menghemat biaya admin agar dapat digunakan untuk yang lain. Meskipun kecil, namun bila terus menerus dikeluarkan tanpa terasa dapat menjadi banyak. ” ujarnya. 

 Lahirnya fitur ini, disebut Riza tak lepas dari riset pribadi yang dilakukan Flip ke 900 responden. Hasilnya, lebih dari 90 persen menunjukkan antusiasme tinggi terhadap fitur terbaru Flip yang menghadirkan top up dompet digital gratis ini.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat