Sejumlah personel kepolisian dan Basarnas mengikuti Apel Gelar Pasukan dalam rangka antisipasi bencana alam siklon tropis 94W di Polda Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (16/4/2021). Tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD dan Pemadam K | ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
17 Apr 2021, 03:40 WIB

Tim Gabungan Disiagakan Antisipasi Siklon Tropis

Badai siklon Surigae berpotensi menjadi super taifun.

GORONTALO -- Tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah dan pemadam kebakaran disiagakan guna mengantisipasi dampak siklon tropis 94W. Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus mengatakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi adanya potensi bibit siklon tropis 94W di Samudera Pasifik yang berpotensi menguat dalam waktu sepekan ke depan.

Wiyagus menjelaskan, bibit siklon tropis tersebut mempengaruhi wilayah bagian utara Indonesia, khususnya daerah timur seperti Sulawesi termasuk Gorontalo, kepulauan Maluku, Papua Barat, Papua serta beberapa daerah lainnya. "Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi pada 13 hingga 19 April 2021," kata dia seusai apel gelar pasukan, Jumat (16/4).

Menurut dia, BNPB selaku sektor terdepan dalam penanganan bencana telah meminta pemerintah daerah melakukan kesiapan tanggap bencana. Sebagai langkah tindak lanjut, Polda Gorontalo bersama Korem 133/Nani Wartabone, BPBD dan instansi terkait telah melakukan rapat koordinasi untuk menyatukan persepsi dan cara bertindak. "Serta kesiapan personel maupun sarana prasarana yang akan digunakan," kata dia.

Terkait

Meski demikian, Wiyagus meminta masyarakat agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewasadaan. Ia mengajak seluruh instansi terkait untuk  meningkatkan koordinasi dalam mengantisipasi berbagai dampak dari Siklon Tropis 94W.

Koordinasi dan kesiapsiagaan antar instansi ini sangat penting  sesuai dengan tugas pokok, fungsinya, dan kewenangan  masing masing. "Ini agar jika terjadi bencana bisa mengeliminiasi dampak yang mungkin timbul. Sosialisasi dan mengkondisikan masyarakat untuk menjauhi tempat tinggal maupun tempat-tempat yang berisiko tinggi terkena bencana," ujar dia.

Menurut Wiyagus, seluruh instansi terkait agar mempersiapkan dan mengelola sumber daya yang ada, baik manusia, logistik, peralatan, serta penyiapan sarana dan prasarana. Selain itu, kata dia, jalur evakuasi, lokasi pengungsian, serta fasilitas layanan kesehatan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 harus dipersiakan.

"Laksanakan tugas secara tulus dan ikhlas, serta jadikan tugas sebagai ladang ibadah, sehingga insya Allah dapat menjadi amalan kita di hadapan Allah SWT,” tutur dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BMKG (infobmkg)

Peneliti di Pusat Sains dan Teknologi Antariksa (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Erma Yulihastin mengatakan, badai siklon Surigae berpotensi menjadi super taifun (siklon tropis) atau badai siklon raksasa sehingga harus diwaspadai. "Badai siklon tropis Surigae yang terbentuk di utara Papua sejak 14 April lalu kini semakin menguat," kata Erma, kemarin.

Erma menuturkan, meskipun pergerakan Surigae sudah mulai menjauhi Indonesia, yaitu ke arah barat laut menuju Filipina, tapi pergerakan angin dari ekor badai menjangkau wilayah-wilayah di bagian utara Indonesia seperti Pulau Halmahera dan Sulawesi bagian utara. Hal itu akan menimbulkan angin kencang sekitar 2-4 meter per detik di atas darat dan 8-10 meter per detik di atas laut.

Selain Sulawesi dan Halmahera, wilayah yang akan mendapat pengaruh secara langsung adalah sebagian besar Papua, khususnya di wilayah Papua Barat. Itu menyebabkan Papua selama tiga hari mendatang berpotensi hujan deras dan angin kencang pada 18-19 April 2021.

Berdasarkan pantauan Satellite-based Disaster Early Warning System (Sadewa) milik Lapan, terdapat bibit badai baru di timur-utara Papua dekat siklon Surigae yang saat ini telah bergabung sehingga semakin memperkuat Surigae.

photo
Sejumlah personel kepolisian dan Basarnas mengikuti Apel Gelar Pasukan dalam rangka antisipasi bencana alam siklon tropis 94W di Polda Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (16/4/2021). - (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Siklon tropis Seroja menerjang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur pada pekan lalu. Hingga Jumat (16/4), sebanyak 4.182 orang masih mengungsi, sedangkan 181 orang dinyatakan meninggal dunia. 

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim memberikan apresiasi terhadap Polda Gorontalo yang secara sigap mengkoordinasikan seluruh stakeholeder tanggap bencana guna mengantisipasi dampak siklon Surigae di wilayah Provinsi Gorontalo.

“Komunikasi, koordinasi, dan sinergitas seluruh jajaran di Provinsi Gorontalo diharapkan mampu mengatasipasi berbagai dampak siklon tropis 94W ini," kata dia.


×