Warga membeli takjil dan makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Selasa (13/4). Pada hari pertama puasa, Pasar Takjil Benhil mulai dipadati sejumlah pedagang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan diantaranya menyediakan handsan | Republika/Thoudy Badai
14 Apr 2021, 08:19 WIB

Buka Puasa Bersama Harus Terapkan Prokes

Buka puasa bersama menjadi tradisi masyarakat Indonesia yang mempererat kekeluargaan.

JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Simeulue memperbolehkan masyarakat setempat mengadakan buka puasa bersama selama Ramadhan 1442 Hijriah, asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

"Protokol kesehatan yang telah ditetapkan jangan dilanggar. Harus menjadi acuan," kata Kasatpol PP dan WH Pemkab Simeulue Dodi Juliardi Bas di Simeulue, Aceh, Selasa (13/4).

Menurutnya, apabila masyarakat berkumpul dan tidak mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik, maka pihaknya akan melakukan pembubaran.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada pemilik lokasi tempat buka puasa bersama untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak serta menggunakan masker."Kalau tidak patuh protokol kesehatan, kami siap untuk membubarkan," kata Dodi.

Terkait

Seorang pemilik kafe di Kota Sinabang, Simeulue, Rina, mengatakan pihaknya telah menyediakan tempat untuk mencuci tangan bagi tamu yang datang. Selain itu lokasi tempat duduk bagi pelanggan juga telah disesuaikan dengan peraturan untuk menjaga jarak."Kamiakan patuhi aturan itu, untuk peralatan cuci tangan serta aturan jaga jarak kamiikuti," katanya.

Tarawih keliling

Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah kegiatan selama Ramadhan. Salah satunya Tarawih keliling (Tarling). "Nanti ada Tarawih keliling atau tarling dari pejabat-pejabat, MUI DKI akan mendampingi," kata Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar, saat dihubungi Republika, Senin (12/4).

Pengurus MUI DKI Jakarta mempersilakan masjid dan mushala untuk menggelar ibadah Ramadhan seperti tarawih. Namun, mereka mengingatkan jamaah tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). Hal ini mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum selesai.

Kegiatan Tarling biasanya dilakukan setelah satu pekan puasa. Dia mengatakan, MUI tingkat kota juga telah mendapat seruan untuk melakukan kegiatan yang bertujuan untuk berbagi. MUI tingkat kota akan mengelola dan menyiapkan takjil ataupun santapan untuk berbuka, yang pelaksanaannya dilakukan di setiap kecamatan.

Selain Tarling, MUI DKI Jakarta juga menyiapkan kuliah Ramadhan ataupun kajian-kajian lain. Kegiatan ini akan dilakukan baik via Zoom, Youtube, maupun media sosial lainnya.

Dalam kesempatan ini, Kiai Munahar mengajak Muslim menyiapkan target ibadah selama Ramadhan. Dia mencontohkan, apabila seorang Muslim ingin khatam Alquran dalam 30 hari, minimal harus selesai membaca satu juz setiap harinya.

“Satu juz ini dibagi lagi, dibaca setiap selesai shalat. Dalam satu juz itu antara delapan sampai sembilan lembar, maka setelah shalat minimal dibaca satu lembar," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NAHDLATUL ULAMA PBNU CHANNEL (nu.channels)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga telah menyusun sejumlah kegiatan selama Ramadhan 1442 H. Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani, mengatakan, Lembaga Takmir Masjid PBNU menyiapkan kegiatan berupa bersih-bersih masjid dan sosialisasi terkait Covid-19. 

Menurut dia, sosialisasi tersebut harus terus dilakukan. Hal ini mengingat virus korona masih menyebar dan belum semua orang mendapatkan vaksin.

Lembaga Dakwah PBNU juga menyiapkan sejumlah hal terkait dakwah di masjid dan media. “Disiapkan siapa dainya dan wejangan seputar Ramadhan apa saja yang dibahas. Media ini bisa TV, media daring, ataupun masjid yang sudah membuka pintunya untuk kegiatan Ramadhan," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by RISKA MENTENG (riskamenteng)

Ada pula Lembaga Jam'iyyatul Qurra wal-Huffazh (JQH) yang menyiapkan seputar bimbingan baca Alquran. Bimbingan ini dilakukan baik melalui virtual atau melalui guru-guru serta hafiz dan hafizah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Terkait pelaksanaan tarawih di tempat ibadah, PBNU mengirim surat imbauan ke seluruh wilayah dan cabang. Dalam imbauannya, PBNU menyebut, Tarawih diperbolehkan, tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dia mengimbau, umat Islam semakin menguatkan niat dan motivasi dalam beribadah selama bulan suci. Sebab, niat yang kuat diyakini mampu menjaga ketakwaan dalam beribadah agar tidak kendur. 

Pada awal-awal Ramadhan, banyak orang rajin membaca Alquran. Namun, tak dimungkiri, pada segelintir orang, aktivitas tersebut mulai berkurang menjelang penghujung Ramadhan.

Menurut KH Abdul Manan Ghani, selain niat dan motivasi, setiap Muslim juga perlu mengatur waktu jika ingin mengkhatamkan Alquran. Jika satu juz ada 10 lembar, tinggal dibagi pembacaannya setiap usai shalat. Dengan cara ini, seorang Muslim bisa mengkhatamkan Alquran dalam kurun waktu 30 hari.

"Cara ini sudah tradisi. Sejak kecil saya sudah diajarkan ini. Kalau di masjid, bahkan bisa sampai empat atau lima kali khatam, karena dibaca bergantian atau tadarus," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Masjid Jogokariyan (masjidjogokariyan)

Sumber : Antara


×