Rumah Zakat meluncurkan waqf.id secara virtual, Senin (25/1). Peluncuran itu guna menukung upaya pemerintah dalam memasifkan Gerakan Nasional Wakaf Uang. | isimewa
18 Feb 2021, 10:34 WIB

Rumah Zakat Siapkan Anugerah Tokoh Pemberdayaan 2020 

Rumah Zakat berupaya untuk selalu berkontribusi untuk negeri.

JAKARTA -- Lembaga filantropi Rumah Zakat akan menyelenggarakan agenda penganugerahan Tokoh Pemberdayaan 2020 pada 25-26 Februari mendatang. Perhelatan tersebut akan digelar secara virtual dengan pusat penyelenggara berada di kantor pusat Rumah Zakat di Bandung, Jawa Barat.

Chief Marketing Officer Rumah Zakat, Irvan Nugraha, menyampaikan, Rumah Zakat sebagai lembaga zakat yang fokus pada program pemberdayaan dan respons kemanusiaan, setiap tahunnya memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh. Tokoh itu berasal dari beragam kalangan, seperti pemerintah, korporasi, media, pegiat pemberdayaan masyarakat, dan pegiat kemanusiaan.

"Tahun ini ada sembilan orang tokoh dari berbagai latar belakang yang akan kami berikan apresiasi sebagai Tokoh Pemberdayaan 2020. Kita menilai dari aspek kontribusi pada pemberdayaan masyarakat dan juga respons pada kemanusiaan," kata Irvan kepada Republika, Rabu (17/2).

Ia menerangkan, seluruh kalangan, baik dari pemerintah, korporasi, media, maupun pegiat di lapangan tentu memiliki peran penting sesuai fungsinya masing-masing dalam upaya memberdayakan masyarakat di Indonesia. Secara khusus, media pun memiliki peran signifikan dalam mengedukasi masyarakat terkait filantropi Islam.

Terkait

"Secara umum, media berperan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ekonomi syariah dan punya peran penting terkait penerimaan masyarakat untuk berbagi dengan menunaikan zakatnya,’’ katanya. 

Untuk kriteria penilaian, Irvan memaparkan, ada dua poin utama yang menjadi pertimbangan dalam memilih Tokoh Pemberdayaan 2020. Poin pertama, yaitu terkait kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. Sementara, poin kedua, yakni kontribusi terhadap respons kemanusiaan, dalam hal ini menyangkut penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

"Jadi, yang kita nilai adalah dua poin itu. Dua poin ini kita jadikan dasar untuk pemilihan Tokoh Pemberdayaan tahun 2020. Untuk kontribusi pada penanggulangan dampak Covid-19 karena memang saat ini kita sama-sama sedang berjuang menghadapi Covid-19 ini," ujarnya.

Penyerahan penghargaan akan berlangsung pada Kamis (25/2) mulai pukul 13.00 WIB sampai 15.30 WIB. Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin direncanakan hadir dalam agenda akbar tersebut untuk menyampaikan sambutan dan dukungan terhadap kampanye '’Bahagia Bersama’'.

Rumah Zakat juga mengundang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai perwakilan pemerintah yang menaungi aktivitas pengelolaan lembaga zakat di Indonesia. Selain itu, agenda virtual tersebut juga dihadiri banyak pihak, termasuk mitra-mitra Rumah Zakat, baik di Indonesia maupun mancanegara. 

Menurut Irvan, Kiai Ma’ruf Amin adalah tokoh nasional yang berupaya mendorong dan memajukan ekonomi syariah di Indonesia agar bisa menjadi tulang punggung perekonomian. Karena itu pula, Rumah Zakat tahun lalu menobatkannya sebagai Tokoh Pemberdayaan 2019. Rekam jejak Kiai Ma'ruf dalam mendukung ekonomi syariah bisa terlihat sejak ia menjabat ketua umum Majelis Ulama Indonesia hingga menjadi wapres.

Sementara itu, dalam pertemuan virtual antara Rumah Zakat dan Republika, Rabu(17/2), CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, menyampaikan, pihaknya pada tahun ini menargetkan 2,5 juta penerima manfaat dan 1.700 Desa Berdaya. 

"Kami juga punya target pada 2021 ini ada 20 persen orang yang kita dampingi keluar dari garis kemiskinan.’’


×