Suasana kepadatan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Gerbang Tol Cileunyi terjadi di Cipacing, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (1/11). | ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
30 Nov 2020, 02:00 WIB

Emil Usul Libur Akhir Tahun Dipangkas

Potensi kenaikan kasus karena kontak saat libur akhir tahun dapat menular lebih luas.

BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan libur panjang akhir tahun bertepatan Natal, pengganti cuti Lebaran, dan Tahun Baru pada Desember 2020 mendatang dipersingkat. Hal ini dilakukan guna menekan lonjakan kasus Covid-19 akibat kerumunan di tempat wisata.

Ridwan Kamil menjelaskan, ia memilih opsi pemangkasan libur panjang akhir tahun ketimbang dua opsi lain, yaitu jumlah hari libur sama seperti tahun sebelumnya atau dihilangkan sama sekali. "Kalau saya cenderung mengusulkan (libur panjang akhir tahun) dikurangi (harinya)," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, di Kota Bandung, akhir pekan kemarin.

Menurut Emil, jika libur ditiadakan sama sekali, maka perekonomian tidak berjalan. Begitu juga jika libur tidak dipersingkat, maka berpotensi pada penularan Covid-19. "Jadi usulan dari Jabar adalah jumlahnya jangan sepanjang (akhir) tahun karena berat buat kami (jika terjadi lonjakan) dalam menanganinya," kata Emil.

Terkait

Emil mengatakan, berkaca pada libur panjang cuti bersama akhir Oktober 2020, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jabar melakukan rapid test acak terhadap 1.500 wisatawan yang melintas di jalan dan area wisata. Hasilnya, kata dia, dari 400 orang yang reaktif dan dilanjutkan dengan swab test uji Polymerase Chain Reaction (PCR), ada 10 orang positif Covid-19.

Epidemiolog Universitas Andalas Defriman Djafri mengingatkan kepala daerah mengenai potensi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur panjang akhir tahun dan pembukaan sekolah di awal tahun. Menurut Defriman, pemerintah perlu mengantisipasi dua momen tersebut karena terjadi berkelanjutan.

Defriman mengkhawatirkan pada momen libur panjang akan ada pergerakan orang dalam jumlah besar antarkota dan antarprovinsi. Setelah momen libur panjang akhir tahun selesai, akan berlanjut sekolah tatap muka langsung. 

Ada potensi kenaikan kasus karena kontak saat libur akhir tahun dan dapat menular lebih luas ketika sekolah tatap muka sudah dibuka. Defriman mengingatkan potensi kenaikan kasus dari dua momen ini supaya pemerintah menyiapkan antisipasi sejak dini.

"Efeknya terasa ketika dua momen ini sudah berlalu. Yang kita khawatirkan penularan kepada anak-anak di sekolah," tegas Defriman. 

Kementerian Kesehatan mengaku akan menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi libur Natal dan dan Tahun Baru. Kemenkes masih menunggu kepastian libur akhir tahun nanti. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Kirana Pritasari mengatakan, biasanya pemangku kepentingan terkait selalu melakukan koordinasi persiapan membahas masalah ini.

"Selain terkait perjalanan mudik dan balik melainkan juga kegiatan keagamaan. Jadi, persiapan-persiapan terus dilakukan," ujarnya, Sabtu (28/11).


×