Hikmah Republika Hari ini | Republika
29 Nov 2020, 05:34 WIB

Keutamaan Silaturahim

Rajin silaturahim dapat mengurangi stres, frustrasi, depresi.

 

OLEH MUSLIMIN

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian. Ia membutuhkan peran orang lain untuk menghilangkan stres, frustrasi, depresi, kejenuhan, dan kesepian yang menerpanya. Dengan rajin melakukan silaturahim seseorang dapat mengurangi stres, frustrasi, depresi, bahkan memperoleh kenikmatan dan semangat baru dalam hidup.

Rajin melakukan silaturahim juga dapat meningkatkan hubungan yang harmonis, memungkinkan hubungan yang sebelumnya buruk menjadi membaik, mengurai konflik antarpribadi dan kelompok, mengatasi situasi yang tidak menentu. Dan, seseorang yang gemar bersilaturahim juga akan memperoleh kebahagiaan tersendiri yang tidak dapat dinilai dengan ukuran materi.  

Terkait

Silaturahim juga menjadi ajang berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Termasuk memperoleh kemudahan dan kelapangan dalam hidup karena memiliki banyak relasi dan sahabat. Sebab itu, dengan rajin bersilaturahim dapat berpotensi membuka rezeki dan memperoleh pekerjaan bagi orang yang gemar melakukannya.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW telah bersabda, "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambungkan tali silaturahim." (HR Bukhari dan Muslim).

Praktik silaturahim memang memiliki banyak keutamaan, manfaat, dan dapat menambah kebahagiaan bagi seseorang yang melakukannya. Namun, silaturahim hendaknya dilandasi niat semata-mata mencari keridhaan dari Allah SWT.

Sebagaimana yang terdapat dalam riwayat sahabat Abu Hurairah menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda, “Pernah ada seseorang bersilaturahim kepada saudaranya di kampung sebelah tempat tinggalnya. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat di tengah perjalanannya."

Ketika sampai, malaikat itu bertanya, "Engkau hendak pergi ke mana?" Dia menjawab, “Aku hendak pergi bersilaturahim ke rumah saudaraku di kampung sebelah.” Kemudian malaikat itu bertanya lagi, “Apakah terdapat nikmat dan keuntungan yang engkau inginkan darinya?"

Orang itu menjawab, “Tidak ada keuntungan yang aku harapkan, kecuali semata-mata mencintainya karena Allah SWT.” Kemudian malaikat itu berkata, “Sungguh aku ini adalah utusan Allah yang diutus untuk mengabarkan kepadamu bahwa Allah SWT sangat mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena mencari keridhaan dari Allah SWT." (HR Muslim).

Selain dicintai Allah SWT, seseorang yang gemar bersilaturahim juga akan masuk ke dalam surga-Nya Allah SWT. Sebagaimana dalam sebuah hadis dijelaskan, Bahwasanya ada seseorang yang berkata kepada Rasulullah SAW. "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang suatu amalan yang dapat menghantarkan aku ke surga dan menjauhkan aku dari panasnya api neraka."

Kemudian Rasulullah SAW menasihati, "Sesungguhnya engkau telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?" Lalu orang itu mengulangi lagi pertanyaannya. Setelah itu Rasulullah SAW menjawab, "Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahim...." (HR Bukhari dan Muslim).

Meskipun saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19, praktik silaturahim di era revolusi 4.0 masih bisa dilakukan menggunakan teknologi digital dan internet.


,
×